iklan zonasultra

iklan zonasultra

Konut juga Banjir, Akses Darat Menuju Sulteng Lumpuh

Konut juga Banjir, Akses Darat Menuju Sulteng Lumpuh
BANJIR KONUT - Jalur darat yang menghubungkan provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) lumpuh total akibat luapan air merendam badan jalan di wilayah Polora Indah, Kabupaten Konawe Utara (Konut). (Jefri/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Jalur darat yang menghubungkan provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) lumpuh total akibat luapan air merendam badan jalan di wilayah Polora Indah, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Selain mediator antar provinsi, area tersebut juga merupakan lintasan darat satu-satunya yang menghubung berberapa kecamatan menuju Wanggudu, ibukota Kabupaten Konut seperti, Kecamatan Wiwirano, Landawe dan Langkikima.

Informasi yang dihimpun awak media ini, volume air di tempat itu saat ini terus meningkat hingga mencapai 1,5 meter. Air juga merendam badan jalan raya hingga sejauh 300 meter. Puluhan kendaraan roda dua dan empat tak bisa melintas.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Konut Sudin mengatakan, saat ini rute tersebut lumpuh. Bahkan sudah tak bisa dilalui kendaraan lagi akibat banjir yang menutupi badan jalan.

“Saya punya anggota yang dari arah Wiwirano tejebak di jalan itu (Polora Indah) sudah tidak bisami di lewati karena air naik menutupi jalan,”ungkapnya saat di komfirmasi melalui via telefon, Senin (25/6/2018).

(Baca Juga : Hujan Turun 24 Jam, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Banjir)

Saat ditanyai mengenai kondisi lokasi rawan banjir di wilayah itu, dirinya memastikan saat ini belum ada laporan yang masuk terkait desa maupun kecamatan yang terendam banjir.

Namun begitu, dirinya bersama tim tanggap darurat Dinsos Konut terus melakukan pengawasan dan pemantauan terutama pada zona rawan banjir seperti kecamatan Langkikima, Landawe, Wiwirano, Oheo dan Asera.

“Pak Bupati juga langsung turus di wilayah Polora Indah melihat kondisi banjir di sana,”tukasnya.

Sebelumnya, pada bulan Mei lalu, sejumlah daerah tersbut dilanda banjir hingga merendami puluhan rumah. Bahkan, tujuh rumah warga hanyut tanpa sisa. Jembatan, jalan poros penghubung serta lahan persawahan dan perkebunan warga seluas ratusan hektar di beberapa tempat seperti, Landawe Utama, Oheo, Asera dan Andowia juga tak luput banjir hingga menyebabkan kerugian mencapai miliyatan rupiah. (B)

 


Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib