iklan zonasultra

Korban Banjir di Konawe Mulai Terserang Penyakit

ilustrasi banjir
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di daerah itu. Tercatat 8 kecamatan yang saat ini menjadi titik banjir dan terluas terdapat di Kecamatan Bondoala yang merendam 8 desa dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter.

Meski begitu, saat ini warga belum mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing. Alhasil sejumlah penyakit mulai menyerang warga yang menjadi korban banjir, seperti gatal-gatal, flu, serta demam.

Sekertaris Desa Rambukongga, Harun (52) yang juga menjadi korban banjir mengaku ketinggian air terparah baru terjadi sejak dua hari lalu, bahkan banjir tersebut juga memutus akses jalan di beberapa desa yang ada.

“Banjir seperti ini sudah dua kali terjadi. Dan saat ini warga sudah mulai terserang penyakit gatal-gatal dan penyakit lainnya, sementara bantuan obat-obatan hingga saat ini belum ada, bantuan sembako saja baru yang dibawa oleh pemda ini,” Kata Harun di lokasi banjir, Selasa malam (3/7/2018).

(Berita Terkait : Banjir Konawe, Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen)

Ia mengaku saat ini warga yang terkena bencana banjir sangat membutuhkan bantuan obat-obatan terutama untuk anak-anak dan lansia yang sangat rentan terserang penyakit, selimut, serta sembako.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Dedet Ilnariusta mengaku pihaknya masih terus menjalin koordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait, utamanya dinas kesehatan dan dinas sosial.

Diakuinya saat ini BPBD Konawe kekurangan logistik, khususnya sandang seperti selimut dan logistik lainnya, sementara untuk bantuan obat-obatan, pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat termasuk dengan bantuan personel kesehatan.

“Kami masi terus memantau volume air di Bendungan Wawotobi, dan juga pantauan cuaca melalui koordinasi dengan BMKG. Kami juga sudah mengimbau kepada warga untuk segera mengungsi ke daerah yang lebih aman,” ujar Dedet. (B)

 


Reporter: Restu Tebara
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib