iklan zonasultra

Korban Tanah Longsor Konawe, 8 Bulan Bertahan di Tenda Pengungsian

Korban Tanah Longsor Konawe, 8 Bulan Bertahan di Tenda Pengungsian
TENDA PENGUNGSIAN - Kondisi tenda pengungsian yang ditempati Agus Lasiawa dan Isterinya Risnawati, korban tanah longsor di Sampara Kabupaten Konawe pada April 2017. (Foto Dokumentasi pribadi Agus Lasiawa untuk Zonasultra.com)

Korban Tanah Longsor Konawe, 8 Bulan Bertahan di Tenda PengungsianTENDA PENGUNGSIAN – Kondisi tenda pengungsian yang ditempati Agus Lasiawa dan Isterinya Risnawati, korban tanah longsor di Sampara Kabupaten Konawe pada April 2017. (Foto Dokumentasi pribadi Agus Lasiawa untuk Zonasultra.com)

 

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Musibah tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sampai hari ini masih menyisakan duka bagi Agus Lasiawa (55). Hampir delapan bulan Agus Lasiawa bersama isterinya Risnawati bertahan di tenda pengungsian. Hujan deras yang melanda wilayah Konawe pada bulan April 2017 lalu menghanyutkan rumah Agus yang terletak di bibir Sungai Sampara. Tak ada satupun barang yang selamat. Yang tersisa hanya pakaian di badan. Semuanya terbawa arus. Lelaki yang bekerja sebagai petani itu terus bertahan di tenda pengungsian.

Korban Tanah Longsor Konawe, 8 Bulan Bertahan di Tenda Pengungsian Agus Lasiawa mengatakan saat kejadian pihak pemerintah langsung turun tangan, mulai dari tingkat Kelurahan, kecamatan hingga Kabupaten. Bantuan yang diberikan saat itu, hanya berupa tenda tempat tinggal sementara dan makanan.

Setelah itu, keluarganya dipertemukan dengan unsur pemerintah dalam suatu kegiatan rapat. Dan hasil dari pertemuan tersebut, mereka diminta untuk mencari lahan kosong guna dibangunkan tempat tinggal yang baru. Namun sudah memasuki delapan bulan, janji pemerintah tak jua terealisasi.

“Kami dijanji mau dibikinkan rumah baru, tapi sudah lewat berapa bulan bantuan itu belum juga ada. Saya masih beratahan, karena masih menunggu janji pemerintah. Padahal kami tidak meminta dibikinkan rumah yang mewah, biar dari papan kami sudah bersyukur yang penting ada tempat untuk bernaung,” jelas Agus Lasiawa yang dikonfirmasi Senin (18/12/2017).

Hidup di tenda pengungsian selama delapan bulan menurut Agus sungguh tak nyaman . Saat hujan mengguyur tenda yang mereka tinggali terendam banjir. Begitu pula saat siang, kondisinya panas dan menyengat. Jikalau sudah begitu keduanya pun terpaksa mengungsi sementata waktu di sudut kantor PDAM. Untuk itulah dirinya berharap pemerintah setempat bisa membantu mereka membangun rumah meski sederhana.
Korban Tanah Longsor Konawe, 8 Bulan Bertahan di Tenda PengungsianAgus Lasiawa bersama isterinya Risnawati di depan tenda pengungsian yang dibangun di depan halaman Kantor PDAM Sampara Kabupaten Konawe.

” Tidak nyaman kalau siang panasnya kalau malam dingin . Apalagi kalau hujan kita juga tersiksa karena air masuk sampai ke dalam tenda,” tambah Agus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KonaweJahiudin mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan bantuan kepada korban tanah longsor Sampara. Namun, anggaran bantuan itu, baru diusulkan ke pimpinan, dengan harapan usulan Rp30 juta bisa segera terealisasi.

“Kita baru usulkan anggaran bantuan korban longsor sebesar Rp30 juta dan ini telah disepakati di APBD-Perubahan, dan kemungkinan anggaranya baru bisa cair sekitar bulan Maret. Sehingga saya harap, agar korban dan keluarganya untuk bersabar dulu sementara waktu,” jelasnya Senin (18/12/2018). (A)

 

Reporter : Dedy Finafiskar
Editor : Tahir Ose

iklan halo sultra 2018

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib