iklan zonasultra

KPU Berduka, Staff KPU Yahukimo Tewas Ditusuk OTK Usai Antarkan Obat

KPU Berduka, Staff KPU Yahukimo Tewas Ditusuk OTK Usai Antarkan Obat
KONFRENSI PERS - KPU RI melakukan konferensi pers virtual terkait dengan tewasnya Staff KPU Yahukimo yang digelar Rabu (12/8/2020). (Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) berduka, seorang staff KPU Yahukimo, yakni Hendry Jovinski (25) tewas ditusuk oleh Orang Tak Dikenal (OTK) usai mengantarkan obat di Yahukimo, Papua, Selasa (11/8/2020) siang. Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada beberapa pihak baik KPU Kabupaten Yahukimo, KPU Provinsi maupun aparat serentak dekai ini pihak kepolisian.

“Kami sudah mengkonfirmasi dan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Bahwa benar saudara yang bersangkutan, Hendry adalah ASN bertugas di KPU Yahukimo,” kata Arief dalam konferensi pers virtual yang digelar Rabu (12/8/2020).

Arief menyesalkan adanya peristiwa ini, kata dia, sepanjang informasi yang diterima almarhum Hendry diketahui tidak bermasalah apapun. KPU telah berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan agar kejadian ini diproses secepatnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Peristiwa semacam ini dapat menjadi pelajaran bagi kita, agar kita sangat berhati-hati. Kita harus terus menjalankan tugas-tugas kita dengan baik,” lanjut Arief.

Ia juga berharap, polisi tidak hanya mengamankan proses Pilkada saja, tetapi juga menjaga keamanan penyelenggara pemilu.

Arief mengungkapkan bahwa jenazah Hendry telah diterbangkan dari Yahukimo menuju bandara Sentani, Papua. Selanjutnya diterbangkan dari Sentani menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Arief telah menginstruksikan staf KPU RI untuk menjemput jenazah dan rombongan KPU Yahukimo di Bandara Soekarno-Hatta sekira pukul 19.20 WIB. Jenazah kemudian akan dibawa ke kampung halaman dan diserahkan keluarga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Diperkirakan pada pukul 4 atau pada pukul 5 pagi WIB (Kamis, 13 Agustus) sudah tiba rumah dan direncanakan akan dimakamkan pukul 9 pagi. Ketua KPU RI juga akan bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti prosesi pemakaman besok.

Dalam kesempatan yang sama, Theodorus Kosay KPU Papua Theodorus Kosay memaparkan kronologis kejadian Hendry yang tewas ditusuk OTK di perjalanan usai mengantar obat. Hendry tidak sendiri saat kejadian, ia bersama Kenan Mohi yang juga merupakan staff KPU Yahukimo.

“Keduanya ini dari kantor sedang menuju ke rumahnya Kenan Mohi. Kenan Mohi adalah orang asli Yahukimo, kelurganya sakit,” terang Theo.

Tujuan dari kantor ke rumah yaitu mengantarkan obat. Sepulang dari rumah dan dalam perjalanan ke kantor, keduanya dihadang oleh seorang OTK di dekat jembatan sungai. Orang tersebut menanyakan asal Hendry dan minta keluarkan KTP. Namun, saat Hendry mengeluarkan KTP, dia ditikam dari belakang.

“Kemudian mana KTP nya, lalu ditanya saya orang Indonesia, tiba tiba ditusuk di belakang kemudian jatuh pingsan. Setelah itu muncul satu orang,” papar Theo.

Kenan Mohi ingin menolong korban dengan berteriak meminta tolong sebanyak tiga kali namun tidak da orng mendengar maupun orang yang lewat. Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dekat aliran sungai yang deras membuat teriakan Kenan tidak terdengar.

Kemudian Kenan diancam sehingga ia melarikan diri ke rumah untuk memberitahukan ke istrinya, istri Kenan pun melapor polisi. Barulah korban ditolong bersama polisi. (a)

 


Reporter: Rizki Arifiani
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib