iklan zonasultra

Lahir di Atas Kapal, Bayi Asal Wakatobi Diberi Nama Ramadhan Noor Jetliner

Lahir di Atas Kapal, Bayi Asal Wakatobi Diberi Nama Ramadhan Noor Jetliner
BAYI - Kapal Jetliner pengangkut pemudik rute Wanci-Baubau-Raha-Kendari kini namanya diabadikan sebagai nama seorang bayi laki-laki yang baru lahir yakni Ramadhan Noor Jetliner, Kamis (30/5/2019). (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kapal Jetliner pengangkut pemudik rute Wanci-Baubau-Raha-Kendari kini namanya diabadikan sebagai nama seorang bayi laki-laki yang baru lahir yakni Ramadhan Noor Jetliner. Pemberian nama tersebut merupakan hadiah dari nahkoda kapal Capt M Anwar Noor.

Cerita lahirnya seorang bayi di momen mudik lebaran 2019 bermula saat ibu bayi, Aswati (30) warga Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi mendapat rekomendasi rujukan operasi caesar di Rumah Sakit Aliyah Kendari.

Pasalnya, posisi bayi dalam kandungan Aswati sungsang. Dokter pun mengeluarkan surat rujukan pada Sabtu (25/5/2019). Selain itu, dokter ahli juga hendak mudik ke kampung halaman sehingga tidak bisa menangani Aswati di puskesmas setempat.

iklan zonasultra

“Awalnya mau berangkat Senin 27 Mei 2019. Tapi karena ombak kencang, akhirnya kita berangkat Rabu 29 Mei 2019 dari Pelabuhan Wanci pukul 10.00 Wita. Tiba di Baubau pukul 18.00 Wita. Kita bermalam satu malam di kapal. Berangkat ke Pelabuhan Raha pukul 06.00 Wita dan tiba pukul 10.00 Wita. Sekitar pukul 11.00 kapal berangkat menuju Kendari,” ungkap Aswati saat ditemui di Rumah Sakit Aliyah 2 Kendari, Kamis (30/5/2019).

Kata ibu dua anak yang berprofesi sebagai bidan desa ini, dalam perjalanan menuju Raha ia sempat merasakan tanda anaknya akan segera lahir. Tanda itu berupa cairan. Ia pun mengira anaknya akan lahir pada malam hari. Tapi, sekitar pukul 15.00, tepatnya di perairan Pulau Cempedak ia merasakan mulas.

(Baca Juga : Basarnas Kendari Evakuasi Penumpang Bandara dan Perempuan Melahirkan di Atas Kapal)

Sebagai bidan, Aswati sudah mempersiapkan alat persalinan, seperti alat pemotong ari-ari, termasuk infus yang dibawa dari Wakatobi bersama suaminya Rusmadi (32).

“Saya rasa sakit perut, lalu saya minta suami dibawa ke ruang poliklinik kapal. Pukul 15.35 dia (bayi) lahir normal. Saya tidak sangka bisa begitu, mungkin karena guncangan ombak,” beber Aswati yang masih tersuntik jarum infus di tangannya.

Lahir di Atas Kapal, Bayi Asal Wakatobi Diberi Nama Ramadhan Noor JetlinerProses persalinan ini dibantu petugas medis kapal bernama Rama Mayendra (32). Kata Rama, saat itu ia dihampiri oleh bapak sang bayi menanyakan lokasi klinik di dalam kapal itu. Kemudian ia mengarahkan ke ruang klinik.

Ia memperkirakan, saat kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, maka kapal mendapat guncangan keras, sehingga perut Aswati mendapat tekanan tinggi, kemudian muncul rasa mulas mau melahirkan. Sekitar setengah jam di dalam klinik bayi laki-laki itu pun lahir.

“Ibunya melahirkan normal, bayinya pas lahir langsung menangis. Tiba-tiba berubah arah mungkin pergerakan bayi. Diperiksa di sana, posisi bokong yang di bawah, tapi pas melakukan persalinan posisi berubah kepala yang di bawah,” jelas Rama di Pelabuhan Nusantara Kendari.

Setelah kapal sandar di Pelabuhan Nusantara Kendari, ibu bersama bayinya langsung dilarikan ke rumah sakit Aliyah oleh tim terpadu, salah satunya Basarnas Kendari guna mendapat perawatan lebih lanjut.

Ia mengungkapkan, bayi laki-laki tersebut langsung diberi nama Ramadhan Noor Jetliner oleh kapten kapal. Kedua orang tuanya pun menerima nama itu. Selain itu, kata Rama, kelak anak itu dewasa, akan digratiskan naik Jetliner seumur hidup.

“Kelak dia dewasa, jika bepergian menggunakan kapal Jetliner, maka akan digratiskan selama seumur hidup,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari Benyamin Ginting membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan rasa suka cita atas kelahiran bayi di atas kapal. Baginya itu kejadian yang istimewa.

Pihaknya sendiri bersama tim terpadu dipimpin petugas medis pelabuhan dokter Hilda sempat melakukan evakuasi terhadap ibu bayi saat hendak diturunkan dari kapal menuju dermaga pelabuhan hingga dibawa ke Rumah Sakit Aliyah 2.

“Sangat jarang terjadi hal seperti ini. Ini kejadian sangat menarik mewarnai mudik lebaran 2019 ini. Kami berharap anak ini bisa menjadi anak yang berguna bagi bangsa,” terangnya.

Saat awak zonasultra menyambangi ruang perawatan Madinah 5 Rumah Sakit Aliyah 2, bayi tersebut tampak sehat dan dalam kondisi baik. Ibu bayi Aswati pun tampak sehat dan ceria setelah melakukan proses persalinan normal.

Aswati mengaku terkejut dengan hadiah naik kapal gratis seumur hidup kepada anaknya dari kapten kapal. Ia pun bersyukur dan menganggap itu sebagai kenang-kenangan terbaik. (*)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib