iklan zonasultra

Lahir Tanpa Anus, Bayi Asal Koltim Dirawat di RSUD Bahteramas

Lahir Tanpa Anus, Bayi Asal Koltim Dirawat di RSUD Bahteramas
BAYI - Malang nasib buah hati dari pasangan Sarman (38) dan Tanti (31) warga Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang lahir tanpa lubang anus. (Foto : Facebook.com)

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Malang nasib buah hati dari pasangan Sarman (38) dan Tanti (31) warga Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang lahir tanpa lubang anus.

Anak ketiga mereka lahir pada hari Minggu tanggal 17 Juni 2018 sekitar pukul 18.37 WITA atau selepas salat magrib di Puskemas Rate-rate.

Sarman saat dihubungi pihak Zonasultra mengatakan tidak menyangka anaknya tidak memiliki lubang anus. Ia baru mengetahuinya keesekon hari Senin, 18 Juni 2018 setelah salat magrib.

“Kalau lahir kita tidak terlalu perhatikan ada lubang anus atau tidak, waktu itu setelah pulang ke rumah besoknya, kita lihat perutnya kembung dan menangis terus saya suruh istri cek ternyata tidak ada lubang anusnya, sudah kita putuskan bawa ke RSUD Bahteramas malam itu juga,” ungkap Sarman, Kamis (21/6/2018).

Keduanya memberi nama anak laki-lakinya Muhammad Syawal. Syawal lahir dengan persalinan normal, beratnya 3,8 kg. Saat ini, bayi tersebut tengah dirawat di ruang PICU NICU setelah dilakukan tindakan medis oleh pihak rumah sakit.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Bahteramas Provinsi Sultra dr. Yusuf Hamra membenarkan jika pasien atas nama Muhammad Syawal telah dioperasi oleh pihak medis.

“Pak informasi ini betul dan sudah dioperasi oleh tim kami,” ungkap Yusuf Hamra saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp Mesengger, Kamis (21/6/2018).

Ia menjelaskan untuk biaya persalinan dan biaya rumah sakit ditanggung oleh program Jaminan Persalinan (Jampersal), namun apabila biayanya masih kurang akan dicover oleh kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Bahteramas. Pasalnya pasien dari keluarga tidak mampu.

“Jampersal itu jaminan persalinan dananya dari pemerintah pusat lewat Dinas Kesehatan Provinsi,” tukasnya.

Sarman sendiri mengatakan hal yang sama, jika seluruh biaya ditanggung oleh program Jampersal dan saat ini dalam pengurusan.

Langkah awal yang diambil tim medis untuk menolong Syawal adalah membuatkan saluran pembuangan sementara melalui perut. Dalam waktu dekat ia pun sudah diperbolehkan pulang ke rumah karena kondisinya berangsur membaik.

“Kata dokter sudah bisa kita bawa pulang dulu, operasinya bertahap pertama dibuatkan dulu saluran pembuangan, nanti tiga bulan lagi baru operasi untuk dibuatkan lubang anusnya,” jelas Sarman.

Ia pun berharap kepada semua pihak termasuk masyarakat agar memberikan doa kepada anaknya supaya selamat dalam melewati proses pengobatan. Sarman juga meminta kepada pihak yang menguplod gambar anaknya di facaebook untuk tidak meminta bantuan atau donasi.

“Saya tidak pernah menyuruh siapapun mengupload foto anak saya dan meminta bantuan, kita masih berusaha sendiri sekarang, dan Alhamdulilah anak saya sudah baikan begitupun istri saya juga,” tuturnya. (B)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib