iklan zonasultra

iklan zonasultra

Lasmin, Pedayung Sultra yang Dipercaya Bawa Obor Asian Games

189
ASIAN GAMES - Lasmin mantan atlet dayung Sultra yang oleh panitia asian games ke 18 dipercayakan menjadi salah satu pembawa obor api asian games. (M Rasman Saputra/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,KENDARI-Pernah mendengar nama Lasmin? Sosok tinggi besar yang kini bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (PNS) di Pemprov Sulawesi Tenggara itu kini muncul dengan kabar baru. Kali ini bukan karena prestasi emasnya sebagai seorang pedayung andal d zamannya. Sebuah kehormatan baru saja diberikan negara padanya. Ia dipercaya menjadi pembawa obor di ajang Asian Games yang akan digelar di Jakarta, 18 Agustus 2018 nanti.

Kabar itu sampai ke telinganya, awal Juli ini. Panitia penyelenggara ajang olahraga terakbar se Asia itu menghubunginya, dan meminta kesediannya menjadi bagian dari Asian Games. “Tentu saja bahagia, bangga dan terharu karena masih diperhatikan negara, ini kepercayaan yang luar biasa,” katanya kepada zonasultra.com, Kamis (19/07/2018).

Kebanggan yang membuncah di dadanya tentu saja. Bagaimanapun, Lasmin adalah orang pertama Sultra yang mendapat kepercayaan mahal tersebut. Ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berpartisipasi dalam ajang multi iven itu, meski bukan di arena dayung lagi seperti di masa-masa sebelumnya kala ia ikut mengharumkan nama Indonesia dengan kayuhan dayungnya.

Lasmin, Pedayung Sultra yang Dipercaya Bawa Obor Asian Games
Lasmin saat masih aktif menjadi atlet dayung Indonesia

Demi tampil maksimal, karena akan berlari membawa obor dari Istana Merdeka ke Gelora Bung Karno, Lasmin kini menyiapkan diri dengan baik. Ia menempa kembali ketahanan fisiknya, yang tentu sudah tak sekuat saat ia jadi atlet dulu. Apalagi untuk momentum ini, nantinya ia akan bersama berlari beberapa mantan atlet nasional lainnya.

Diakuinya, sudah sangat lama tidak berlatih serius seperti ini. Meski latihan yang dijalaninya saat ini tidaklah berat, namun akibat vakum beberapa tahun sejak pensiun menjadi atlet membuatnya sedikit sulit menjalani program latihan.

“Sejak tidak lagi jadi atlet saya hanya mengawasi atlet berlatih dengan status saya sebagai pelatih PPLP dayung Sultra. Tetapi dengan kepercayaan menjadi pembawa obor Asian Games membuat saya harus kembali jogging untuk mengembalikan kondisi fisik saya minimal 50 persen seperti saat masih menjadi atlet,”tuturnya.

Lasmin berharap, dengan kepercayaan yang diberikan oleh negara kepadanya ini akan bisa semakin memotiovasi buat para atlet-atlet muda di Sultra untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan negara.

Lalu siapakah Lasmin sehingga mendapat kesempatan langka semacam itu? Lelaki kelahiran Sampara, Konawe ini adalah pedayung maha handal di era tahun 90 hingga awal tahun 2000. Sederet prestasi emas, mulai dari level lokal hingga internasional sudah ia sabet. Tubuhnya yang menjulang hingga 2 meter membantunya menjadi sangat sukses.

Uniknya, Lasmin sejatinya besar di wilayah yang jauh dari air. Dengan tinggi badan hingga 215 centimeter, Lasmin lebih cenderung menekuni olahraga bola voli, seperti kebanyakan anak muda di kampungnya kala itu. Tetapi Lasmin berubah pikiran ketika melihat sepupunya bernama Marnia yang lebih dulu menjadi atlet dayung profesional.

Suatu saat di awal tahun 1990-an, saat sedang mengikuti pertandingan bola voli di Sampara, ia mendadak dijemput seorang pengurus KONI Sultra bernama Damsid dan kemudian dipertemukan dengan Ketua KONI Sultra saat itu Tumbo Saranani.

Berawal dari situlah Lasmin mulai dilatih sebagai atlet dayung. Belum genap satu tahun, Lasmin sudah diikutsertakan dalam Kejurnas Dayung di Ujung Pandang (Sekarang Makassar), Sulawesi Selatan. Hasil yang diperoleh pun sangat membanggakan dengan meraih medali emas untuk kelas ergometer.

Berkat prestasinya tersebut Lasmin kemudian dipanggil oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Jatiluhur Jawa Barat.

Latihan beberapa bulan di Pelatnas, Lasmin kemudia mengikuti Kejuaraan Dayung Merlion Cup di Singapura. Tidak tanggung-tanggung didebutnya itu, ayah empat orang anak tersebut berhasil meraih medali emas di empat nomor berbeda. Berkat prestasinya Lasmin menjadi langganan tetap Pelatnas tim dayung Indonesia.

Untuk Sultra tidak sedikit prestasi yang ditorehkan oleh suami dari Sunusia ini. Prestasi fenomenal yang dicatatkan oleh Lasmin ketika berhasil menyumbangkan empat medali emas bagi kontingen PON XVI Sultra di Palembang Sumatera Selatan, tahun 2004 silam. Dimulai dari nomor argometer kelas berat putra, kemudian single schule open putra, Double Schule Putra hingga nomor delapan plus putra.

Sementara untuk prestasi di ajang multiven internasional, Lasmin dua kali meraih medali emas dinomor spesialisnya Single Schule putra pada Sea Games di Jakarta tahun 1997 dan di Malaysia tahun 2001. Sedangkan untuk ajang Asian games pria kelahiran 1 oktober 44 tahun yang lalu ini berhasil meraih medali perak asian games tahun 1998 di Thailand. (A)

Nama : Lasmin
Tempat/Tanggal Lahir : Amosilu, 1 Oktober 1974
Tinggi / Berat : 215 Cm / 125 Kg
Pekerjaan : PNS Pemprov Sultra

Prestasi :
1. Medali Perak Asia Games Tahun 1998 di Thailand
2. Medali Emas Sea Games di Jakarta Tahun 1997
3. Medali Emas Sea Games di Malaysia Tahun 2001

 


Reporter : Rasman Saputra
Editor : Abdi MR

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib