Lepas Anak Belajar di MAN IC Kendari, Ini Harapan Orang Tua Siswa

Lepas Anak Belajar di MAN IC Kendari, Ini Harapan Orang Tua Siswa
PENYAMBUTAN SISWA BARU - Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kendari, Sabtu (15/7/2018) mengadakan penyambutan siswa baru tahun ajaran 2018/2019. Pada penyambutan tersebut, para orang tua juga turut hadir melepas anak mereka untuk tinggal di asrama, hingga akhir studi. (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kendari, Sabtu (15/7/2018) mengadakan penyambutan siswa baru tahun ajaran 2018/2019. Pada penyambutan tersebut, para orang tua juga turut hadir melepas anak mereka untuk tinggal di asrama, hingga akhir studi.

Dengan dilepasnya anak untuk tinggal di asrama selama tiga tahun, tentunya orang tua menaruh harapan besar agar putra putri mereka bisa dibina agar memiliki akhlakul kharimah. Samsuri misalnya, ayah dari salah seorang siswa. Ia berharap pembinaan di sekolah bisa menyeimbangkan antara ilmu spiritual dengan ilmu pengetahuan.

“Kondisi saat ini MAN IC sudah sangat bagus, meski masih terhitung sekolah baru. Sarana dan prasarana juga mendukung. Adapun kekurangan juga sedang dalam tahap pembenahan. Kita sebagai orang tua akan optimis bahwa pembinaannya akan bagus dan optimal,” kata Samsuri saat ditemui usai penyambutan, Sabtu (14/7/2018).

Selain itu, mantan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari ini juga mengharapkan sinergitas antara sekolah dengan pihak orang tua bisa diintensifkan, sehingga orang tua bisa turut terlibat untuk mengetahui perkembangan program yang dijalankan sekolah.

“Kalau orang tua kan kita bisa memberi saran atau bahkan memberi sumbangan material untuk kelancaran program, agar mempermudah terwujudnya keberhasilan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala MAN IC Kendari, Abdul Basit mengungkapkan pada acara penyambutan yang merupakan kegiatan rutin tiap tahun ini, para orang tua diberikan informasi tentang bagaimana pembelajaran di MAN IC, baik itu di kelas maupun di asrama.

(Baca Juga : Serunya Siswa MAN IC Kendari Isi Ramadan dengan Tahfdiz Camp)

“Pembinaan kami ada dua, kalau di kelas itu prinsipnya sama dengan kurikulum nasional. Sedang pembinaan asrama untuk mrncapai target kementerian, bagaimana membina anak-anak calon pmimpin masa depan yang memiliki pondasi agama yang kuat, tapi punya jiwa nasionalisme,” kata Basit.

Selain itu, pada penyambutan ini juga ada sesi wawancara dengan orang tua siswa, guna membuka ruang komunikasi dengan orang tua siswa, serta menggali lebih dalam tentang anak-anak mereka, agar pihak sekolah dapat mengetahui kondisi awal anak sehingga nantinya akan menjadi bekal sekolah pada saat pemetaan minat bakat anak.

“Kalau dikelas kita mengikut kurikulum, kalau di asrama lebih kepada kegiatan agama seperti ibadah baca quran, kita siapkan untuk mampu menjadi imam, serta hafidz dan hafidzah,” kata dia.

Untuk diketahui, tahun ini, MAN IC meluluskan 96 siswa untuk empat rombongan belajar, dari total pendaftar 382 orang. (A)

 


Reporter : Sri Rahayu
Editor : Kiki
loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib