iklan zonasultra

Lima Objek Wisata Alam di TNRAW yang Bisa Kamu Kunjungi

Bukit Modus
Sisi lain dari hamparan bukit Modus TN Rawa Aopa Watumohai (Putu Sutarya:2016)

ZONASULTRA.COM, KENDARITaman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) adalah taman nasional yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tak kalah dengan taman nasional lainnya yang ada di Indonesia, TNRAW juga memiliki sejumlah objek wisata yang tentunya memukau dan menarik untuk dikunjungi.

Kawasan yang ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1989 ini memiliki wilayah seluas 1.050 kilometer persegi. TNRAW memiliki mangrove, rawa, gunung, dan savana serta satwa endemik, juga berbagai spesies tanaman yang bisa Anda nikmati keindahan dan keunikannya.

Anda yang ingin liburan bisa menjadikan TNRAW sebagai destinasi pilihan. Apalagi, kawasan konservasi di Indonesia sudah mulai dibuka, walaupun secara bertahap dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah

Berikut lima objek wisata yang bisa Anda kunjungi bersama sahabat maupun keluarga yang disuguhkan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW).

1. Savana Education Track

Objek wisata yang terletak di Desa Tatangge, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan ini memadukan konsep edukasi, tracking, dan pengamatan satwa serta menikmati panorama alam yang terdiri dari tiga site yaitu Hutan Pendidikan Tatangge, Hutan Pendidikan Mandumandula, dan Dermaga Mangrove.

Salah satu yang menarik dari kawasan wisata ini, karena memiliki keterwakilan dari tiga ekosistem di TNRAW yaitu ekosistem savana, ekosistem hutan hujan dataran rendah, dan hutan mangrove. Pada awalnya objek wisata ini ditujukan sebagai sarana pendidikan lingkungan.

Seiring berkembangnya kebutuhan wisata, peruntukannya pun bertambah. Selain untuk kegiatan camping, fotografi, jungle track, bird watching, penelitian, dan outbond juga pengembang demplot pengembangbiakan rusa timur seluas 5 ha.

2. Mangrove Ecotourism Site

Terletak di Semenanjung Selat Tiworo yakni perbatasan antara Kabupaten Konawe Selatan dan Bombana. Ekosistem mangrove TNRAW memiliki luas 6.317 ha. Terluas di Pulau Sulawesi. Dalam dimensi 6.317 ha terdapat fenomena unik di mana beberapa persennya merupakan areal terbuka secara alami atau hamparan yang jumlah dan sebaran konsisten dalam 10 tahun terakhir.

Pada salah satu area di peralihan ekosistem mangrove dan savana, terdapat habitat alami Anoa dataran rendah sepanjang 10 km. Pada tahun 2019 populasinya di estimasi sebanyak 11 – 14 ekor. Perlu diketahui, Anoa dataran rendah merupakan salah satu satwa endemik yang dilindungi dan menjadi ikon Sultra.

3. Rawa Aopa

Objek wisata yang satu ini berada di Desa Pewutaa, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Merupakan hamparan perairan rawa dengan luas mencapai 12 ribu ha. Selain itu, merupakan tipe ekosistem rawa gambut. Bervegetasi terluas di daratan Sulawesi.

Taman Nasional Rawa Aopa
Taman Nasional Rawa Aopa

Kondisi tersebut juga merupakan habitat ideal bagi beberapa jenis burung air dan burung migran. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di antaranya memancing, susur rawa, penelitian, fotografi, mendayung, dan bird watching.

4. Bukit Modus

Keindahan Bukit Modus yang berada dalam kawasan Rawa Aopa Watumohai memang tidak perlu diragukan lagi. Bentang bukit berbaris rapi dengan kontur ketinggian yang berbeda menambah karisma objek wisata yang berada di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana ini bagi siapa saja yang melihatnya.

Menelusuri Keindahan Bukit Modus, Zona Rimba TN Rawa Aopa Watumohai
BUKIT MODUS – Suasana malam hari di atas Puncak Bukit Modus, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW). (Dokumentasi tim TN Rawa Aopa Watumohai_bertabur_bintang_Putu_Sutarya:2016).

Objek wisata dengan bentang bukit dan tekstur tanah berbatuan dapat memanjakan Anda. Uniknya, bukit ini tidak ditumbuhi oleh ilalang, melainkan rerumputan. Sehingga, tidak mengganggu bagi para pengunjung yang melewati kawasan tersebut.

Luas kawasan Bukit Modus sekitar 104 ha. Terdiri dari bukit dan kawasan hutan yang merupakan tempat hidup bagi sejumlah fauna endemik Sultra seperti maleo, kakaktua putih jambul kuning, dan tukan. Puncak bukit ini memiliki ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (mdpl).

5. Puncak Ahuawali

Seperti namanya, destinasi wisata ini berada di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe. Di sini pengunjung bisa menikmati pesona keindahan negeri di atas awan. Jaraknya, hanya 65 km dari ibukota Sultra, Kota Kendari.

Saat berada di tempat ini, Anda akan diajak melihat pesona Puncak Ahuawali yang indah dan mempesona. Pemandangan hamparan selimut awan yang menutupi bukit tak hanya dapat menyejukkan mata, tetapi juga dapat membuat pikiran Anda tenang.

Pesona Puncak Ahuawali Konawe, Keindahan Negeri di Atas Awan, Puncak Ahuawali Konawe
PUNCAK AHUAWALI– Momen pagi hari diatas Puncak Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe saat kabut dan awan menyelimuti pedesaan, Minggu (29/10/2017). (Foto: Muhammad Adhan Irham)

Dari Puncak Ahuawali, pengunjung dapat menyaksikan fenomena negeri di atas awan dengan hamparan sawah di kaki bukti, pepohonan hijau, dan rerumputan savana serta padang ilalang yang membentang lintas lembah. Sehingga menjadikan Puncak Ahuawali wajib Anda kunjungi.

Nah, itulah lima objek wisata yang ada di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara yang bisa Anda kunjungi ketika hendak merencanakan waktu liburan bersama teman dan keluarga. (A)

 


Reporter: Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib