iklan zonasultra

LPSE Mubar Berikan Bimtek Lelang Barang dan Jasa pada SKPD

ilustrasi lelang barang dan jasa
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan bimbingan teknis (bimtek) pada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat terkait teknik pengadaan barang dan jasa, serta kaitannya dengan proses lelang jabatan melalui aplikasi sistem informasi rencana umum pengadaan (Sirup).

ilustrasi lelang barang dan jasa
Ilustrasi

Kepala LPSE Mubar Kadir mengatakan, bimtek tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh SKPD terkait tahapan dan teknik proses lelang pengadaan pengadaan barang dan jasa, sehingga bisa diakses langsung oleh masyarakat setempat.

“Kita lakukan pelatihan kepada seluruh SKPD untuk mengetahui teknik menginput data-data paket pekerjaan yang ada di SKPD masing-masing, agar masyarakat bisa mengakses secara langsung dalam rangka keterbukaan informasi publik,” jelas Kadir, Rabu (15/11/2017).

Dalam pelatihan itu, pihaknya memberikan link kepada admin yang ditunjuk oleh SKPD menginput data-data paket pekerjaan yang valid, sehingga tiba di LPSE langsung diproses.

“Misalnya, ketika APBD ditetapkan tahun anggaran 2018, maka bagi SKPD yang punya paket pekerjaan yang mau diumumkan wajib memasukkan data-data paket yang valid melalui aplikasi Sirup. Kalau datanya lengkap langsung tayang dengan sendirinya di LPSE Mubar, dan kalau tidak lengkap maka tidak bisa diproses,” tuturnya.

LPSE Mubar juga memberikan pemahaman kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pengguna anggaran agar data dan persyaratan harus fokus dan bekerja profesional sesuai tupoksinya.

“Ini pengalaman selama ini, banyak SKPD menyalahkan LPSE Mubar karena terlambat tayang. Mereka menuntut cepat diproses, tapi data-data dan persyaratan tidak lengkap karena mereka juga banyak urusan. Jadi bimtek ini kita tekankan agar fokus terhadap pekerjaannya sehingga persoalan-persoalan kemarin tidak terulang lagi,” terangnya.

Kadir berharap adanya bimtek ini, seluruh SKPD di Mubar mampu menggunakan aplikasi Sirup. “Kalau tidak paham ini dapat berdampak pada proses pembangunan di Kabupaten Mubar karena sekarang ini seluruh proses pengadaan paket harus melalui online,” pungkasnya. (B)

 

Reporter: Laode Pialo
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib