iklan zonasultra

Mahal, Harga Ikan di Wakatobi Capai Jutaan Rupiah

Mahal, Harga Ikan di Wakatobi Capai Jutaan Rupiah
PENJUAL IKAN - Akibat Cuaca dan banyaknya pesta pernikahan, harga ikan di pasar sentral Mandati mahal. (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Pasca perayaan lebaran Idul Fitri baru-baru ini, harga ikan di sejumlah pasar di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat tinggi. Di pasar sentral Mandati, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel) misalnya, harga ikan yang dijual mencapai jutaan rupiah.

Satu ekor ikan Tuna berukuran tujuh hingga 10 kilogram dibanderol dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per ekornya. Sementara satu ekor ikan Cakalang ukuran yang sama dijual dengan harga Rp200 ribu sampai Rp.250 ribu per ekor.

Pantauan media ini, Jum’at (22/6/2018), tiga ekor ikan di pasar itu dijual seharga Rp1,6 juta dengan ukuran yang bervariasi. Ada juga ikan seharga Rp.500 ribu sampai Rp.800 ribu untuk ukuran delapan hingga 10 kilo gram keatas.

Menurut sebagian warga, mahalnya harga ikan di Wakatobi akibat cuaca buruk yang akhir-akhir ini melanda perairan daerah itu. Padahal kawasan perairan ini merupakan areal tangkap bagi hampir semua nelayan di Sultra dan nelayan luar daerah lainnya.

Mahal, Harga Ikan di Wakatobi Capai Jutaan Rupiah
Tiga ekor ikan tuna di banderol dengan harga Rp 1,6jt

Nurmin (41), salah seorang penjual ikan pasar ikan Sentral Mandati mengatakan, kenaikan harga ikan di daerah itu sudah berlangsung selama lima hari belakangan.

“Sudah lima hari ini harga ikan dipasar mahal, makanya mahal karena angin kencang dan ombak dilaut juga besar,” kata wanita asal desa Mola Samaturu, Kecamatan Wangsel itu.

Jika dibanding dengan saat musim teduh, sejumlah ikan itu bisa dijangkau dengan harga Rp.70 ribu hingga Rp.100 ribu saja per ekornya.

Selain itu, rupanya kenaikan harga ikan juga dipengaruhi oleh banyaknya acara pernikahan di daerah itu. Ini menyebabkan jumlah permintaan ikan konsumsi juga meningkat.

“Mahalnya ikan juga disebabkan oleh banyaknya permintaan masyarakat yang mengadakan acara pernikahan, sunatan, dan syukuran,” ujar Nurmin.

Tingginya harga ikan di Wakatobi juga dikeluhkan Wa Riani, salah seorang warga di daerah itu. Namun mau tau mau, dia tetap harus membelinya.

“Sudah beberapa hari ini kita kaget-kaget tanyakan harga ikan. Tapi mau diapa, tetap harus kita beli karena ini juga kebutuhan buat acara keluarga. Daripada kita beli daging, mending kita beli ikan saja karena dagingnya jelas lebih banyak dan orang lebih suka makan ikan,” katanya.

Walau begitu, ternata tak semua harga ikan di daerah itu mahal. Jenis ikan karang misalnya, oleh nelayan setempat masih menjualnya dengan harga normal, dikisaran Rp.20 ribu hingga Rp.50 ribu untuk 5 sampai 8 ekor. Ikan jenis ini tediri dari Kakatua, Katamba, Baronang. (B)

 


Reporter : Nova Ely Surya
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib