iklan zonasultra

Mahasiswa di Kendari Deklarasikan Sultra Aman Pascapemilu

Mahasiswa di Kendari Deklarasikan Sultra Aman Pascapemilu

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar seminar dan deklarasi dengan tema “Merajut Kembali Persaudaraan untuk Mewujudkan Sultra Aman dan Damai dalam Bingkai NKRI” di Aula FMIPA UHO, Selasa (30/4/2019).

Deklarasi ini diinisiasi BEM Universitas Halu Oleo (UHO) untuk mewujudkan Sultra yang aman dan tentram pascapemilu. Tak hanya mahasiswa UHO, deklarasi tersebut juga dihadiri mahasiswa dari universitas lain, serta perwakilan lembaga-lembaga kemahasiswaan.

Deklarasi tersebut diikuti puluhan mahasiswa di Kota Kendari. Para pemateri seminar seperti Kasubdit III Dit Intelkam Polda Sultra AKBP Eddy Mulsupriyanto, Pasi Bhakti Ster Korem 143/HO Mayor Arh. La Ode Mursali, serta perwakilan Kesbangpol Hamdani.

iklan zonasultra

(Baca Juga : Pascapemilu, Kapolda Sultra Minta Jangan Bereuforia)

Ketua BEM UHO Maco mengungkapkan, dasar terselenggaranya deklarasi tersebut karena pascapemilu ini, khususnya di Sultra kondisi cukup menprihatinkan, seperti terjadi kerenggangan hubungan satu sama lain akibat perbedaan pilihan.

“Melalui kesempatan ini, mahasiswa sebagai motor penggerak yang katanya agen perubahan punya peran untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keharmonisan dan kedamaian,” kata Maco dalam sambutannya, Selasa (30/4-2019).

Pasi Bhakti Ster Korem 143/HO Mayor Arh. La Ode Mursali yang turut hadir sebagai pemateri mengatakan, sesuai dengan tema seminar yakni merajut, berarti kita harus merajut kembali yang telah robek, dalam hal ini tali persaudaraan.

(Baca Juga : Tokoh Masyarakat Sultra Diminta Redam Potensi Konflik Pemilu)

“Mari kita pahami bahwa kita semua bersaudara. Keamanan itu telah menjadi tanggung jawab kita semua. Jangan sampai ada penghianatan, mari kita jalan sesuai jalur,” kata Mursali.

Kasubdit III Dit Intelkam Polda Sultra AKBP Eddy Mulsupriyanto juga mengungkapkan, secara keseluruhan, pemilu 17 April lalu berjalan lancar. Tingkat pastisipasi pemilih pun cukup tinggi, mencapai 80,9 persen. Saat ini yang masih menjadi perhatian adalah situasi pascapemilu.

“Kita harus menghindari perpecahan. Tumbuhkanlah rasa memiliki terhadap negeri ini. Kita jaga bersama, sehingga perdamaian tetap tercipta,” ungkap Eddy. (b)

 


Kontributor : Sri Rahayu
Editor : Jumriati

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib