iklan zonasultra

Mahasiswa Ini “Ingin Menjadi Ikan Besar di Kolam Kecil”

Cevin Jaka Hardo
Cevin Jaka Hardo

ZONASULTRA.COM, KENDARI -Berperawakan tinggi besar dan berkacamata minus ini. Itulah Cevin Jaka Hardo, pria keturunan Melayu lahir di Provinsi Jambi, 8 Mei 1998 silam. Ia merupakan seorang mahasiswa jurusan Jurnalistik tahun 2016, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO.

Cevin Jaka Hardo
Cevin Jaka Hardo

Memilih jurusan yang masih tergolong baru di UHO ini memang bukan tanpa alasan. Cevin memang tertarik dengan dunia jurnalistik. Berkat kelulusannya di UHO melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Cevin dengan segenap keberaniannya menginjakan kakinya di tanah Sulawesi, tanpa ada kenalan satupun. Dia juga berhasiil terdaftar sebagai mahasiswa Bidikmisi UHO 2016, dan kini tinggal di Asrama Ibnu Sina Bidikmisi UHO.

Dalam hidupnya, Cevin memang memiliki target untuk menjadi seorang jurnalis hebat. Najwa Shihab adalah role modelnya. Ingin punya acara Talkshow sendiri, itu impiannya.

iklan zonasultra

Kenapa harus UHO?. Pertanyaan yang kerap disodorkan padanya, baik dari keluarga maupun kerabat karena memilih Universitas yang terletak di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dikenal dengan ciri khas orang-orangnya berwatak keras. Padahal, diluar sana masih banyak perguruan tinggi unggulan dan favorit dari UHO Kendari.

Bagi Cevin, kuliah dimanapun itu bukan masalah asalkan sungguh-sungguh dalam menjalaninya. Ia tidak memilih jajaran Universitas unggulan di Indonesia seperti UI dan UGM, karena prinsip yang telah ditanamkan dalam hidupnya adalah. “Lebih baik menjadi ikan besar di kolam yang kecil, dari pada menjadi ikan kecil di kolam yang besar”.

“Kalau misalkan aku kuliah di kampus-kampus besar itu, dan aku jadi bodoh percuma dong. lebih baik aku kuliah dimanapun tanpa harus bergantung sama kampus-kampus populer itu, yang penting aku sungguh-sungguh belajar, aku pasti bisa sukses,” Kata Cevin dengan aksen khas Jambinya.

Sebelum menginjakan kakinya ke tanah Sulawesi, Cevin sebelumnya pernah menempuh pendidikan di beberapa daerah yang berbeda. Di antaranya ketika SD di SDN Cimahi Mandiri 2, di Kota Cimahi, Jawa Barat, kemudian SMP Unggulan Al Amin, Bandung Barat, dan berpindah ke Jambi kala menginjak SMA, yaitu di SMKN 4 Sarolangun, Jambi. Hingga pada akhirnya melanjutkan pendidikan S1 di UHO Kendari.

*Ketertarikan di Dunia Jurnalis

Sejak kelas 3 SD, Cevin memang sudah tertarik dengan dunia sastra. Dia adalah penggemar puisi. Saat SD, ia sering mengikuti lomba-lomba puisi, dan kerap memperoleh kemenangan.

“Waktu kelas 5 SD, pernah dapat juara 2 lomba baca puisi tingkat nasional, pas SMP juga pernah menang gara-gara lomba puisi,” kenang Cevin

Tak hanya berhenti di situ, karena dirinyaa memang memiliki basic untuk public speaking, Cevin kemudian mencoba mengikuti berbagai perlombaan pidato ketika SMP, dan berhasil menjuarai beberapa even.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya memang tertariik untuk menjadi seorang announcer. Dia ingin menjadi seorang pembaca berita dan jurrnalis yang hebat sepeti Najwa Shihab, yang telah dijadikan role model dalam dunia jurnalistik oleh banyak orang. Serta suatu saat ingin menjadi role model atau motivator bagi seseorang.

“Suatu saat nanti, aku pengen deh jadi role modelnya sesorang yang memilik keinginan yang sama seperrti aku juga,” tuturnya.

Menjadikan UHO sebagi lokasi menimba ilmu untuuk mewujudkan impiannya tersebut, menurut Cevin bukannlah keputusan yang harus disesalinya. Karena memang sebelum benar-benar memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Kampus Bumi Tri Dharma ini, ia memang mecari tahu sebelumnya tentang UHO, sehingga pada akhirnya benar-benar memantapkan langkahnya untuk menyandang status sebagai mahasiswa Jurnalistik UHO 2016. Dan setelah resmi mengikuti proses perkuliahan, dia merasa tidak salah memilih UHO dikarenakan orang-orangnya, meskipun terlihat seperti keras, namun sebenarnya tidak seperti apa yang terlihat.

* Semangat Sekolah Tanpa Orang Tua

Sejak umur empat tahun, Cevin sudah tak pernah lagi merasakan kasih sayang dari orang tua kandungnya. Pasalnya, Ayah dan Ibu Cevin telah pergi menghadap sang pencipta sejak 2002 lalu. Ibunya meninggal akibat kecelakaan yang dialaminya. Sedang 9 bulan 13 hari setelah kepergian sang Ibu, ayahnya pun menyusul dikarenakan penyakit komplikasi yang dideritanya.

Miris memang. Ditinggal dua orang terkasih di usia yang masih belum mengerti apapun tentang kematian. Semenjak kepergian kedua orang tuanya, seluruh biaya pendidikanya di tanggung oleh saudara dari orang tuanya. Dia sangat bersyukur, karena masih banyak orang-orang di sekitarnya yang begitu menyayangi dan selalu memberi suport atau motivasi hingga membuatnya terus semangat melanjutkan pendidikan hingga setinggi mungkin.

“Aku bersyukur banget, walaupun aku udah nggak punya orang tua, tapi saudara – saudara dari mama dan papa, bersedia patungan buat bayarin biaya pendidikan Cevin dari mulai SD, sampai sekarang,” ujarnya.

Keinginannya menempuh pendidikan juga tentunya karena ingin mengangkat matabat kedua orang tuanya. Meskipun mereka telah tiada, dia ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya yang telah tenang di alam sana bahwa dia adalah sosok anak yang bisa menjadi kebanggaan orang-orang sekitarnya. Terbukti dengan banyaknya penghargaan sukses diraihnya, diantaranya berhasil meraih juara 1 di ajang lomba penulisan artikel kependudukan tingkat provinsi Jambi 2015. Lomba debat bahasa Indonesia tingkat Provinsi Jambi 2014, Juara 3 lomba debat bahasa Indonesia tingkat Nasional 2014, dan berada di peringkat 7, Runner-Up 1 Duta lalu lintas Provinsi Jambi. Duta Wisata Provinsi Jambi 2013 serta pernah manjadi 20 pelajar terbaik se- Indonesia tahun 2014. (A)

 

Reporter : Sri Rahayu
Editor      : Kiki

11 KOMENTAR

  1. kenapa kasihan ko kuliah di UHO, ko tidak akan berkembang bro. disana itu politik kesukuan saja mereka urus bukannya mendidik mahasiswa.

  2. 6abg gini yang harus jadi aset sultra, penuh perjuangan dan menginspirasi ayoo semngat sultra. Semngat cevijln majukan sultra dan raih cita citamu

  3. Nah ini yang harus diangkat. Dunia ini banyak dan muak dengan berita koruptor lebih baik berita seperti ini yang bisa membangub karakter bangsa.

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib