iklan zonasultra

Mahasiswa KKN Tematik UHO Beri Penguatan Peran Warga Hadapi Covid-19

Mahasiswa KKN Tematik UHO Beri Penguatan Peran Warga Hadapi Covid-19
SOSIALIASI - Sosialisasi cara penggunaan masker secara door to door (FOTO ISTIMEWA)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari memberikan penguatan peran warga dalam menghadapi wabah Covid-19.

Tim KKN Tematik Fakultas Farmasi ini memberikan sosialisasi upaya kesehatan dalam mencegah semakin meluasnya wabah Covid-19 melalui sosialisasi Gemas (Gerakan Menggunakan Masker), Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), pemanfaatan Toga (Tanaman Obat keluarga), pembuatan antiseptik dan desinfektan disertai pemakaiannya secara bijak.

KKN Tematik ini dilaksanakan di berbagai desa di wilayah Kabupaten Kolaka Timur. Pesertanya 27 orang mahasiswa farmasi dan dua orang dosen pembimbing, Fery Indradewi Armadany dan Arfan. KKN berlangsung dari tanggal 12 Juni hingga 12 Juli 2020.

Pelaksanaan KKN dilakukan secara daring sedangkan untuk sosialisasi secara langsung dilakukan di Desa Lara Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur.

Pelaksanaan kegiatan offline dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat berupa masker, hand sanitizer dan minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) yang cara pembuatannya juga diberikan secara online melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Mahasiswa KKN Tematik UHO Beri Penguatan Peran Warga Hadapi Covid-19
Sosialisasi pembuatan dan penggunaan VCO serta pembagian VCO pada masyarakat di Desa Lara

Pada pembuatan VCO masyarakat diajarkan mulai dari pemilihan bahan baku agar dihasilkan VCO dalam jumlah optimal, dan metode yang diajarkan adalah metode yang paling sederhana yaitu metode fermentasi spontan yang tidak memerlukan penambahan starter atau bahan lainnya. Sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika bermaksud membuat sendiri VCO tersebut.

Umumnya pemahaman masyarakat dalam pembuatan dan penggunaan antiseptik dan disinfektan yang baik dan benar masih kurang. Oleh karena itu pada pembuatan antiseptik diajarkan cara pembuatan hand sanitizer sesuai dengan standar WHO dan pembuatan antiseptik dari bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, yaitu dari daun sirih berupa cara pembuatan yang baik dan batas waktu penggunaannya yaitu selama 24 jam setelah dibuat.

Selama ini masyarakat hanya diajarkan cara membuatnya namun informasi seperti sampai kapan sediaan tersebut dapat digunakan sering belum diketahui oleh masyarakat. (*)

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib