Mahasiswa Papua di Kendari Galang Dana untuk Korban Banjir Sentani

Mahasiswa Papua di Kendari Galang Dana untuk Korban Banjir Sentani
GALANG DANA - Himpunan mahasiswa asal Papua yang tengah kuliah di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar penggalangan dana guna membantu korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Himpunan mahasiswa asal Papua yang tengah kuliah di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar penggalangan dana guna membantu korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hipma) Papua Musa Krimadi mengatakan, penggalangan dana ini bertujuan meringankan beban para korban banjir di kampung halaman mereka itu. Penggalangan dana ini berlangsung di dua titik, yakni perempatan lampu lalu lintas Pasar Baru dan lampu merah di eks MTQ Kendari.

“Sebagai warga Papua yang kuliah di Sulawesi Tenggara kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Untuk itu, kami mengadakan penggalangan dana ini,” kata Musa ditemui di lokasi penggalangan dana sekitar lampu merah Pasar Baru, Rabu (20/3/2019).

Selain penggalangan dana dengan meminta sumbangan, kata Musa, mereka juga menyediakan posko bantuan untuk masyarakat Kota Kendari yang ingin menyalurkan donasi dalam bentuk apapun, bertempat di Sekret Hipma Papua di Kost Anggrek, sekitar Jalan Lasitarda Kota Kendari.

Kemarin, lanjut mahasiswa Ilmu Politik UHO ini, mereka juga telah berkeliling kampus, tepatnya di fakultas-fakultas baik itu di UHO maupun di Unsultra untuk meminta sumbangan. “Dari hasil kemarin, puji Tuhan kami memperoleh sekitar Rp9 juta,” kata Musa.

(Baca Juga : Musisi Kendari Galang Dana Peduli Bencana Banten dan Lampung)

Bagi warga Kendari yang ingin memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua bisa langsung mendatangi posko bantuan, atau menghubungi langsung Ketua Hipma Papua di nomor 0821 8794 9582. Penggalangan dana ini masih akan berlangsung hingga Senin, 25 Maret mendatang.

Hingga Rabu, 20 Maret 2019, korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Sentani mencapai 104 orang, 97 orang korban di Kabupaten Jayapura dan 7 orang korban di Kota Jayapura. Sementara 79 orang lainnya belum ditemukan dan masih dalam tahap pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui siaras pers mengatakan, dari seluruh jumlah korban yang ditemukan hari ini, 40 di antaranya belum teridentifikasi, sehingga Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal besok, Kamis (21/3/2019).

Pemakaman massal diputuskan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja yang dituangkan dalam bentuk tertulis.

Jumlah pengungsi pun, kata Sutopo terus bertambah. Tercatat 9.691 orang mengungsi yang tersebar di 18 titik pengungsi. Bertambahnya jumlah pengungsi karena rasa trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan mengingat hujan masih sering turun di wilayah Jayapura.

Bertambahnya pengungsi ini menyebabkan beberapa tempat pengungsian penuh dan kondisinya tidak nyaman. Selain itu juga menyulitkan dalam distribusi bantuan.

Untuk kerusakan bagunan, tercatat 375 rumah rusak berat, 5 unit ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 4 ruas jalan rusak berat, dan kerusakan bangunan lainnya. (a)

 


Kontributor: Sri Rahayu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib