iklan zonasultra

Mahasiswa USN Kolaka Ciptakan Aplikasi Nabung Sampah, Begini Cara Kerjanya

Mahasiswa USN Kolaka Ciptakan Aplikasi Nabung Sampah, Begini Cara Kerjanya
USN KOLAKA - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi dan Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menciptakan aplikasi nabung sampah atau Nampah. (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi dan Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menciptakan aplikasi nabung sampah atau Nampah.

Mereka adalah Haerulla, Faizal Syawalludin, Syahrin Ramadandi, Wahyudin, Rian Abbas, Muhammad Irham, Muhammad Agurisman, Muhammad Hasib Mahdi, Muhammad Asran, Agus Syabir, dan Rahmat Hidayat R.

Kesebelas mahasiswa ini menciptakan aplikasi sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi agar dapat mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik sekali pakai.

Salah satu tim pencipta aplikasi Nampah, Haerulla menjelaskan masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi ini di Play Store. Kemudian, melakukan pendaftaran menjadi nasabah menggunakan kartu tanda penduduk.

Nantinya, melalui aplikasi Nampah ini masyarakat bisa mengubah barang bekas yang selama ini tak bernilai menjadi uang yang dapat ditabung pada aplikasi tersebut.

“Sampah yang bisa ditabung pada aplikasi Nampah seperti ban bekas, aki, kertas, dan jenis sampah anorganik lainnya,” kata Haerulla ditemui di kampus USN Kolaka, Kamis (13/8/2020).

Masyarakat akan memilah sampahnya sendiri yang telah dikumpulkan. Selanjutnya melakukan pemesanan penjemputan sampah. Tim Nampah akan menjemput sampah tersebut dan melakukan penimbangan. Lalu, saldo akan bertambah pada tabungan sampah milik nasabah.

Mahasiswa USN Kolaka Ciptakan Aplikasi Nabung Sampah, Begini Cara Kerjanya“Sampah-sampah tersebut dihargai bervariatif dan sesuai yang tertera dalam aplikasi Nampah,” tambahnya.

Haerulla mengatakan sampah ini kemudian diubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai melalui proses daur ulang atau pun pengembangbiakan maggot untuk pupuk.

Untuk daur ulang, tim Nampah menggandeng masyarakat yang memiliki kemampuan atau kreativitas pada bidang kerajinan pengolahan barang-barang bekas.

Tak hanya mengumpulkan sampah, pihaknya juga akan menjual hasil produksi dari sampah daur ulang yang diproduksi pengrajin barang bekas. Sehingga, masyarakat bisa membeli produk tersebut melalui aplikasi Nampah.

Selain itu, nasabah juga bisa menyedekahkan atau mendonasikan sampah tersebut ke panitia asuhan, pesantren, dan lainnya hanya dengan menggunakan aplikasi tersebut.

Anggota tim lainnya, Syahrin Ramadandi menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir ssebab aplikasi Nampah ini aman dan bisa dipercaya. Ia menyebutkan bila proses pembuatan aplikasi Nampah sendiri membutuhkan waktu hingga delapan bulan.

Sejak diluncurkan pada 10 Agustus 2020 lalu, aplikasi ini sudah memperoleh ratusan pendaftar. Rencananya bila telah mencapai 1.000 pendaftar atau nasabah, pihaknya akan menggelar acara launching.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Qamaddin mengapresiasi hasil kreativitas dan inovasi dari mahasiswanya. Ia berharap nantinya ada dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta untuk terus mengembangkan aplikasi ini.

“Ini kontribusi mahasiswa untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sampah di Kolaka,” pungkasnya. (A)

 


Reporter : Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib