iklan zonasultra

Mahasiswi IAIN Kendari Perkenalkan Sinonggi di Event Sociopreneur Muda Indonesia

Mahasiswi IAIN Kendari Perkenalkan Sinonggi di Event Sociopreneur Muda Indonesia
SINONGGI CUP - Fadiyah Aulannisa, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menciptakan inovasi produk makanan khas daerah Sulawesi Tenggara, sinonggi. Makanan ini dibuat dalam bentuk instant dan diberi nama Sinonggi Cup. (M1/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Fadiyah Aulannisa, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menciptakan inovasi produk makanan khas daerah Sulawesi Tenggara, sinonggi. Makanan ini dibuat dalam bentuk instant dan diberi nama Sinonggi Cup.

Fadiyah memperoleh kesempatan mempresentasikan produk ini pada ajang Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 13 November 2018.

Fadiyah memperoleh kesempatan ini setelah berhasil menyisihkan peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Ajang ini melibatkan para pemuda usia 16 – 30 tahun yang menjadi pelaku wirausaha dengan tujuan memperdalam kemampuan berwirausaha dan mengembangkan jaringan. Kegiatan ini didukung sepenuhnya Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Bank Rakyat Indonesia.

iklan zonasultra

Fadiyah menjelaskan, produk yang sudah pernah menjuarai lomba karya inovasi PTKIN se-Indonesia timur ini merupakan produk perdananya dalam rangka meningkatkan daya saing bahan baku lokal Sulawesi Tenggara.

“Sebagai mahasiswi FEBI kami dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan lapangan kerja baru sesuai dengan tuntutan pasar. Produk ini adalah hasil upaya kami untuk menjadikan potensi lokal bernilai ekonomi,” kata Fadiyah melalui keterangan tertulis ke redaksi zonasultra.com, Kamis (15/11/2018).

Sinonggi merupakan makanan khas Suku Tolaki yang mendiami wilayah daratan Sultra. Untuk alasan praktis, Fadiyah bersama kedua rekannya Ainunnisa dan Taufik membuat inovasi sinonggi instant yang proses penyajiannya sangat mudah.

Produk ini dilengkapi dengan lauk pauk pelengkap cita rasa sinonggi seperti ebi kering, ikan teri, sayuran halus, serta bumbu untuk kuah. Untuk sementara, produk ini memiliki masa kedaluarsa selama satu bulan sejak tanggal produksi.

“Kami ingin memperkenalkan makanan khas masyarakat Sultra sinonggi kepada masyarakat Indonesia, karena kami melihat trend sinonggi sudah mulai dikenal luas terutama di Kota Kendari, bahkan sudah menjadi jamuan wajib bagi tamu-tamu dari luar kota,” ungkap Fadiyah.

Rencananya, Fadiyah akan meningkatkan kualitas produknya baik dari cita rasa maupun kemasan agar lebih menarik, selain mengurus izin BPOM sebagai jaminan kepada masyarakat bahwa produk tersebut aman dikonsumsi.

Saat ini sinonggi cup sudah diproduksi dan mulai dipasarkan, namun masih pada kalangan terbatas. Fadiyah berencana menggandeng produsen tepung sagu dan membuka usaha rumah tangga untuk meningkatkan jumlah produksinya demi melayani pasar yang lebih luas.

Ajang Soprema 2018 berakhir Rabu (14/11/18) malam. Meski belum berhasil masuk peringkat 10 besar se-Indonesia, Fadiyah mendapat predikat The Best Costum pada Awarding Night tersebut dengan mengenakan pakaian adat dari daerah Buton. (B)

 


Penulis: M1
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib