iklan zonasultra

Mantan Ketua KPU Sultra Lega, Putrinya Dipulangkan dari Wuhan

Cerita Hidayatullah, Cemas Kondisi Anaknya di Cina Akibat Virus Corona
Hidayatullah (kanan) bersama anaknya Yayu Indah Maharani (20)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hidayatullah mengaku lega putrinya Yayu Indah Maharani (20) tiba di tanah air dengan selamat. Yayu berhasil dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubey, China, Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 03.00 Wita.

Total sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi. Tiga di antaranya adalah mahasiswa asal Provinsi Sultra. Satu dari tiga mahasiswa itu adalah Yayu Indah Maharani. Ratusan WNI itu yang didominasi mahasiswa mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga : Cerita Hidayatullah, Cemas Kondisi Anaknya di Cina Akibat Virus Corona

iklan zonasultra

Selama satu jam di Batam, ratusan WNI itu menjalani pemeriksaan suhu badan. Setelah itu, mereka kembali diterbangkan ke Natuna untuk menjalani proses karantina selama 14 hari ke depan. Lalu nanti mereka akan dipulangkan ke rumah masing-masing ketika dinyatakan bebas dari virus corona.

“Kami sangat lega dan tak lupa mengucapkan limpahan rasa syukur atas kasih sayang dan pertolongan Allah Swt. Kami ucapkan terima kasih kami orang tua atas perhatian serius pemerintah Indonesia dapat memulangkan anak kami dan WNI lainnya dari situasi krisis kemanusiaan di Wuhan China akibat virus corona,” ungkap Hidayatullah saat dihubungi melalui WhatsApp.

Hidayatullah mengatakan, kondisi terakhir anaknya dalam keadaan sehat. Saat ini Yayu sudah berada di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Keluarga bakal menjemput anak pertamanya itu di Natuna setelah mendapat izin dari otoritas terkait.

“Kami orang tua menunggu konfirmasi dari otoritas militer dan kesehatan di Natuna. Nanti seperti apa kami orang tua untuk menjemput anak-anak kami. Yang jelas selama observasi kesehatan 14 hari ini tidak dapat dijenguk termasuk kami orang tua,” jelasnya.

Dayat, sapaan Hidayatullah ini meminta doa dan dukungan Pemerintah Kota Kendari, seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia agar Yayu, selama menjalani karantina bersama ratusan mahasiswa lain tetap sehat dan sabar.

Dayat menyebutkan bahwa, terakhir kali berkomunikasi dengan Yayu saat persiapan keberangkatan di Bandara Wuhan. Hingga saat ini Dayat belum lagi berkomunikasi karena handphone (HP) Yayu belum aktif.

“Hanya saat ini belum sempat kontak dengan Yayu karena HP belum aktif. Hanya semalam jam 03.00 dini hari saat take off dari Bandar Udara Wuhan China menuju Bandara Hang Nadim Batam,” katanya.

Baca Juga : Foto: Mahasiswa Asal Sultra dari Wuhan Tiba di Tanah Air

Perihal kelanjutan kuliah Yayu tersebut, Dayat masih akan menunggu sampai kondisi di negeri tirai bambu itu dinyatakan bebas dari wabah virus corona. Hingga kini, Yayu tengah diliburkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Saat ini kuliahnya diliburkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Akan dilanjutkan selelah kondisi Wuhan dan China seluruhnya telah bebas dari wabah virus corona atau telah normal kembali,” pungkasnya. (A)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib