iklan zonasultra

Marah Saat Berpuasa Bisa Mengurangi Pahala

ilustrasi marah
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, seseorang harus dapat menahan hawa nafsu, salah satunya adalah menahan nafsu untuk marah.

Ustaz Oemar Mita dikutip dari YouTube The Sungkars Family mengatakan, saat seseorang marah-marah sampai menghujat, mencela, berkata yang tidak sepantasnya, mengucapkan kata jorok, segala nama binatang disebut maka puasanya tetap sah.

Namun marah seseorang tersebut dapat mengurangi banyak sekali keutamaan dan pahala puasa. Apalagi, semakin besar marahnya maka semakin besar pahala yang terenggut. Dan bisa jadi tidak tersisa, bisa saja puasanya sah, tapi tidak mendapatkan apa-apa.

iklan zonasultra

“Akhirnya kita letih gali lubang tutup lubang puasa, gara-gara marah itu mengambil porsi pahala kita. Kayak kayu yang digerogoti sama rayap. Tidak terpisah, tidak ada pahala puasa yang kita ambil karena digeroti marah,” jelasnya.

(Baca Juga : Hukum Main Game Online Saat Bulan Puasa)

Dia mengungkapkan bila marah terdiri dari dua jenis, yaitu marah yang terpuji dan marah yang tercela. Marah yang terpuji adalah marah yang diberikan untuk membela kehormatan agama Allah SWT, kitab suci, dan membela kehormatan Rasulullah Muhammad SAW.

Maka marahnya seseorang pada saat itu adalah kemarahan yang berpahala di sisi Allah SWT. Sebutnya, Allah SWT marah pada orang yang pipinya tidak pernah berubah merah karena marah melihat kemungkaran. Orang tersebut merupakan pemaaf yang dibenci oleh Allah SWT.

“Marah yang tidak merusak, tetapi menjelaskan ketegasan,” tambahnya.

Sedangkan, marah yang tercela adalah marah yang menuruti nafsu atau marah karena sesuatu yang tidak sesuai harapan dan rencana. Di mana pelampiasannya dengan kata-kata yang kasar dan kotor atau kata-kata yang tidak nyaman didengarkan oleh orang lain.

(Baca Juga : Puasa Wadah Untuk Melatih Kesabaran)

Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan pagarnya bahwa “jangan marah, bagimu surga.” Karena surga tidak pernah diisi oleh orang yang pemarah dalam segala sesuatu. Makanya orang yang lembut bicaranya diharamkan masuk neraka.

Oemar Mita menuturkan bila surga diisi oleh orang yang murah senyum, tidak pernah marah, sabar, baik hati, dan lapang dada. Sehingga, bila seseorang bukan termasuk dalam golongan tersebut, pastikan bahwa karirnya menuju surga terlambat dan terlambat. (b)

 


Kontributor: Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib