Honda

Masuk Musim Pancaroba, Waspada Penyakit DBD

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahmingrum
Rahmingrum

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Kesehatan Kota Kendari mengingatkan masyarakat untuk waspada pada musim peralihan saat ini, dari musim kemarau ke musim hujan. Masyarakat diminta perlu waspada dan antisipasi pada serangan penyakit deman berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum
Rahminingrum

“Penyakit di pancaroba biasanya memang penyakit DBD, karena biasanya di musim kemarau itu telur-telur nyamuk menempel di dinding-dinding bak, ban, atau tempurung kelapa. Nah pada saat musim penghujan, bak-bak terendam air, tempurung kelapa atau ban-ban terendam air. Telur yang tadinya menempel di dinding bak atau apapun itu menetas menjadi jentik nyamuk, kemudian menjadi nyamuk dewasa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum di ruang kerjanya, Jumat (17/11/2017).

Lanjutnya, ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi dengan virus dengue, maka virus akan memasuki nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi kemudian menggigit orang lain, virus memasuki aliran darah itu.

iklan zonasultra

“Nah kalau ada nyamuk dewasa disuatu tempat, sedangkan disitu juga ada virus DBD, artinya ada orang yang terinfeksi DBD, kemudian nyamuk dewasanya menggigit, bisa saja nanti masyarakat sekitarnya tertular penyakit tersebut,” jelasnya.

Rahminingrum mengungkapkan, walaupun kondisi cuaca pancaroba ini, belum ada kasus masyarakat yang terkena DBD. Meski demikian ia menyarankan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi deman berdarah.

“Jadi ada virus, artinya ada kasus, kalau tidak ada nyamuknya itu tidak ada penularan. Makanya setiap saat, setiap hari untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kita, disamping kebersihan diri,” ungkapnya.

Sementara terkait kasus DBD di Kota Kendari, Rahminingrum mengatakan, untuk kasus DBD mengalami penurunan secara drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hanya saja dia tidak menjelaskan secara rinci berapa kasus DBD di Kota Kendari tahun ini.

Ia juga mengatakan, semua kelurahan yang ada di Kota Kendari endemis DBD.

“Untuk data kasus DBD nanti ditanyakan sama kepala bidangnya ya, tapi yang jelas kasus DBD untuk tahun ini mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Mudah-mudahan tahun depan tidak lagi naik trennya,” tuturnya.

Untuk mencegah penyebaran DBD, Rahminingrum berpesan kepada masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat dan bersih. Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat jika ada keluarganya yang terkena DBD segera melapor di Dinas Kesehatan Kota Kendari supaya ditindaklanjuti. (B)

 

Reporter : Ramadhan Hafid
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib