Masyarakat Muna Timur Desak Pemda Perjuangkan Pemekaran

Masyarakat Muna Timur Desak Pemda Perjuangkan Pemekaran
PERESMIAN PASAR - Bupati Muna LM Rusman Emba aat meresmikan pasar Rakyat di Desa Pola Kecamatan Pasirputih. (Nasrudin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Pemekaran Muna Timur kembali digaungkan oleh masyarakat di lima kecamatan yakni Maligano, Wakorumba Selatan, Batukara, Pasikolaga, dan Pasir putih dalam momentum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kecamatan yang dilaksanakan di Desa Pola, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (19/3/2019).

Pemekaran menjadi ‘harga mati’ bagi ribuan masyarakat yang bermukim di wilayah yang berbatasan langsung dengan kepulauan Buton tersebut. Pelayanan kependudukan, kesehatan, transportasi, dan perekonomian menjadi faktor utama pemekaram mesti segera direalisasikan.

Tercatat saat ini di wilayah seberang pulau Muna ini hampir tak ada tenaga dokter yang bertugas di setiap puskesmas.

“Puskesmas Maligano satu-satunya puskesmas rawat inap, namun sekarang tak ada tenaga dokter yang bertugas. Kami sangat kesulitan kalau melayani warga yang sakit,” terang Kepala Puskesmas Maligano Waode Herlina, saat pelaksanaan musrenbang.

Berita Terkait : Maret, Pemekaran Muna Timur Dibahas Komisi II DPR RI Bersama Depdagri

Bahkan pasien yang kronis ataupun ibu hamil yang mesti dirujuk harus terpontang panting berjibaku dengan ombak. “Iya kalau siang. Tapi ada ibu hamil yang mesti dirujuk tengah malam. Pasien harus bayar jutaan rupiah untuk dirujuk di rumah sakit Raha,” cetusnya.

“Makanya saat ini kita butuh speedboat untuk rujuk pasien sakit. Kita berharap Pemda Muna bisa menganggarkan di APBD nanti,” kata Camat Maligano Nasir Polondu.

Sementara Bupati Muna LM Rusman Emba memberikan angin segar bagi ribuan masyarakat Muna Timur. Setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Saya habis ketemu Presiden. Salah satu yang saya sampaikan soal pemekaran. Beliau merespon kalau syarat sudah terpenuhi kita akan tinjau kembali. Dan Muna Timur akan diprioritaskan,” ucap Rusman menirukan penyampaian presiden Joko Widodo dalam lawatannya di Kendari beberapa waktu lalu.

Selain itu, Kepala Bappeda Muna La Mahi menuturkan, pemekaran Muna Timur menjadi tantangan bagi para camat dan tokoh masyarakat. Persatuan harus disuarakan. “Tunjukkan kepada publik bahwa masyarakat di Muna Timur bisa bersatu. Jangan ego dijadikan penghalang. Agar keran pemekaran segera dibuka,” katanya. (b)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib