iklan zonasultra

Mayoritas Guru Masih Gaptek, Pembelajaran Daring di Baubau Tak Efektif

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, Abdul Karim
Abdul Karim

ZONASULTRA.COM,BAUBAU – Proses belajar mengajar dalam jaringan (daring) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut tak efektif. Salah satu penyebabnya karena masih banyak guru yang gagap teknologi (gaptek).

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, Abdul Karim. Kata dia, karena situasi ini Dikbud kemudian menyiapkan pelatihan pembelajaran daring untuk para guru tersebut.

“Karena guru-guru kita juga ini tidak siap, selama ini mereka juga tidak diajarkan bagaimana mengajar dengan menggunakan aplikasi. Makanya kita usulkan, untuk mengimbangi itu kita lakukan workshop, pelatihan kepada guru-guru,” ujar Abdul Karim lewat panggilan telepon, Senin (28/9/2020).

Banyak faktor mengapa banyak guru yang gaptek, terutama mereka yang gaptek adalah guru-guru senior. Alasannya sejak dari dulu hingga sekarang mereka belum pernah memiliki komputer pribadi.

“Sehingga kami sarankan juga kepada mereka, jika sudah terima tunjangan sertifikasi agar membeli laptop untuk kebutuhan belajar mengajar,” ujarnya lagi.

Kata Abdul Karim, beberapa sekolah telah menggelar workshop serupa dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tapi itu tidak efektif sehingga diusulkan kembali lewat perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBDP) tahun ini, dan telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Dia tidak merincikan berapa persentase guru gaptek di Kota Baubau dengan alasan belum dipetakan. Namun, pada sesi workshop nanti akan dibagi menjadi 16 gugus atau kelompok. Abdul Karim juga menyebutkan dana yang dibutuhkan untuk pelasanaan workshop sebesar Rp13 juta per kelompok. Jadi, untuk 16 kelompok workshop memerlukan dana sebesar Rp 208 juta. Workshop sendiri hanya dilakukan sekali pada setiap kelompok dengan alasan keterbatasan anggaran. (B)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib