Honda

Melihat Bekas Proyektil Peluru yang Menembus Kaca Gerobak Martabak

Melihat Bekas Proyektil Peluru yang Menembus Kaca Gerobak Martabak
BEKAS PROYEKTIK PELURU - Lubang bekas proyektil peluru nampak jelas di sebuah kaca gerobak martabak yang ada di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). (Randi Ardiansyah/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Lubang bekas proyektil peluru nampak jelas di sebuah kaca gerobak martabak yang ada di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Gerobak yang terparkir di depan sebuah ruko itu menjadi saksi bisu peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi (21) dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sultra, Kamis 26 September 2019.

Pantauan zonasultra.com, masih terlihat sangat jelas bekas proyektil yang membentur gerobak tersebut. Kaca gerobak nampak retak dan berlubang dengan diameter yang sangat kecil. Sebelum mengenai kaca, proyektil peluru terlebih dahulu menembus penutup kaca gerobak yang terbuat dari bahan alumunium atau seng.

iklan zonasultra

“Katanya sih bekas peluru, tapi saya juga kurang tahu jelas sih, Mas. Karena saya tidak di sini saat kejadian,” ungkap pemilik gerobak yang enggan menyebutkan namanya ditemui Rabu (2/10/2019).

(Baca Juga : Satu Mahasiswa UHO Tewas, Diduga Terkena Tembakan Polisi)

Pria bertubuh tinggi ini enggan berkomentar banyak soal bekas proyektil di gerobak martabak miliknya. Ia mengaku hanya mendapat informasi dari warga sekitar.

“Kemarin siang katanya memang ada polisi yang ke sini, tapi hanya datang foto gerobaknya saja. Itu seng penutup gerobak saya bolong, katanya disobek sama polisi. Tapi saya tidak lihat langsung, saya hanya dengar-dengar saja,” ungkapnya.

Salah seorang saksi lainnya, yang juga enggan menyebutkan namanya mengungkapkan, sekitar pukul 11.00 WITA tadi, ada polisi yang datang ke lokasi gerobak martabak dan terang bulan itu.

“Kalau kemarin-kemarin saya tidak lihat, karena kan toko saya juga tutup. Tapi memang tadi siang itu ada polisi yang datang, tapi hanya datang foto saja,” ucapnya.

(Baca Juga : Lagi, Mahasiswa UHO Tewas Usai Kritis di Rumah Sakit Bahteramas)

Sementara Erni, salah seorang pegawai rumah makan yang tak jauh dari lokasi gerobak martabak itu menyebutkan, pascakejadian tewasnya dua mahasiswa UHO di kawasan itu, terdapat sejumlah polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat Bekas Proyektil Peluru yang Menembus Kaca Gerobak Martabak
Gerobak martabak yang ada di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari

“Sekitar dua atau tiga hari yang lalu itu memang ramai polisi di sini. Ada yang pakaian brimob, sama bawa alat-alat kayak penjinak bom begitu. Mereka menyasar sepanjang jalan sini, kayak mencari sesuatu begitu, tapi memang kalau yang di gerobak itu saya tidak sempat lihat,” katanya.

(Baca Juga : Kesaksian Mahasiswa Ditodong Pistol Saat Hendak Selamatkan Yusuf)

Sebelumnya, Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi awak media, Senin 30 September 2019, membenarkan temuan proyekil di sekitar lokasi jatuhnya Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi. Namun Dedi tidak menerangkan secara jelas di mana tiga proyektil peluru itu ditemukan.

Ketiga proyektil ini sudah dikirim ke Makassar untuk uji balistik oleh tim labolatorium forensik (Labfor) dan tim inavis.

Sementara Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan tim investigasi bentukan Polda Sultra.

(Baca Juga : Tiga Hari Olah TKP, Polisi Temukan 3 Proyektil)

Dari pertemuan itu, Mastri mengaku mendapatkan laporan adanya temuan 3 proyektil peluru dan tiga selongsong yang ditemukan di lokasi jatuhnya Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi.

“Tiga proyektil itu ditemukan di lokasi berbeda. Satu proyektil didapatkan tertancap disebuah gerobak pedagang di kawasan Jalan Abdullah Silondae. Satunya lagi itu yang ada di paha itu ibu Putri itu, dan satunya lagi belum kita ketahui,” bebernya. (b)

 


Repoter: Randi Ardiansyah
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib