iklan zonasultra

Melimpah di Kolut, Sabut Kelapa Bisa Jadi Peluang Bisnis

Melimpah di Kolut, Sabut Kelapa Bisa Jadi Peluang Bisnis
RESES - Dalam kegiatan reses anggota DPR RI, Rusda Mahmud mengatakan bahwa sabut kelapa yang selama ini diabaikan masyarakat dapat menjadi peluang bisnis, di Aula Kecamatan Kodeoha, Rabu (25/12/2019). (RIZKI ARIFIANI)

ZONASULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) mempunyai kekayaan alam yang melimpah, termasuk perkebunan kelapa. Sabut kelapa yang dihasilkan pun melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam kegiatan reses anggota DPR RI Rusda Mahmud di Ranteangin, Lasusua, Katoi hingga Kodeoha, banyak aspirasi masyarakat terkait lapangan kerja. Penduduk Kolut banyak berkurang lantaran banyak yang merantau ke daerah lain untuk mencari lapangan kerja.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Rusda Mahmud mengatakan bahwa sabut kelapa yang selama ini diabaikan masyarakat dapat menjadi peluang bisnis. Cocofibre (serabut kelapa/sabut) dapat menjadi salah satu komoditas ekspor yang menguntungkan.

iklan zonasultra

“Sabut kalau diolah secara profesional, itulah sabut kelapa yang paling mahal untuk dijadikan jok mobil mewah. BMW itu joknya dari sabut kelapa,” kata Rusda saat reses di Aula Kecamatan Kodeoha, Rabu (25/12/2019).

(Baca Juga : Reses di Kolut, Rusda Mahmud Tawarkan Konversi Mesin Katinting dari BBM ke LPG)

Di Jerman, sejumlah perusahaan otomotif menggunakan sabut kelapa sebagai salah satu bahan baku jok mobil. Peluang ekspor sabut kelapa masih sangat besar.

Meski bukan ruang lingkup Komisi VII DPR RI, Rusda meminta pemerintah daerah setempat untuk mepertimbangkan peluang bisnis yang dapat membuka lapangan kerja masyarakat Kolut.

Senada dengan Rusda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kolut Taufik Burhan mengatakan bahwa nilai sabut kelapa untuk bahan jok mobil cukup besar. Taufik menerangkan berdasarkan pengalamannya membawa teman-teman kepala desa yang melakukan study banding, teknologi untuk mengelola sabut kelapa tidak terlalu mahal.

“Teman-teman sudah melihat contoh sabut dan biaya teknologi untuk mengelola industri sabut kelapa itu tidak terlalu besar,” kata Taufik.

(Baca Juga : Bupati Kolut Minta Rusda Mahmud Fasilitasi Penyelesaian Tambang Ilegal)

Ia juga pernah berhubungan dengan asosiasi industri sabut kelapa di Jakarta, bahkan mereka bersedia bersedia melakukan pelatihan bersama daerah-daerah penghasil sabut kelapa.

“Kebutuhan ekspor serat sabut kelapa di Indonesia masih sangat besar, kita di Kolut ini dibuang kita punya sabut kelapa. Lebih baik kita manfaatkan,” tutup Sekda Kolut ini. (b)

 


Reporter: Rizki Arifiani
Editor: Abd Saban

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib