Mengenal Lebih Dekat Husni Uba, Atlet Takraw Peraih Medali Emas asal Baubau

atlet takraw Husni Uba
Husni Uba

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Bertambah lagi satu putra terbaik Sulawesi Tenggara yang berhasil mengharumkan nama baik bangsa dan negaranya. Dia adalah Husni Uba. Atlet sepak takraw asal Kota Baubau ini bersama kawan-kawannya berhasil mempersembahkan medali emas ke-31 bagi kontingen Merah Putih.

Kerja keras atlet asal Kota Baubau, Sultra ini terbayar sudah. Dalam pertandingan di Ranau Hall, Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (1/9/2018), tim takraw putra Indonesia berhasil menumbangkan Jepang dengan skor 2-1 di nomor kuadran.

Husni Uba langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di Sulawesi Tengara. Tubuh besar tinggi dan tendangan kerasnya yang melumpuhkan lawan telah mencetak sejarah baru di cabang olahraga takraw Indonesia.

Mengenal Lebih Dekat Husni Uba, Atlet Takraw Peraih Medali Emas asal BaubauHusni Uba sudah tidak asing lagi namanya. Di dunia sepak takraw Indonesia, ia merupakan atlet senior yang diharapkan masih tetap bermain.

Dengan umur yang sudah tak muda lagi yakni 36 tahun, pria yang tinggal di Kelurahan Wameo, Kota Baubau ini rupanya bukan pertama kali memulai debutnya di pekan olahraga tingkat Asia.

Ia sudah empat kali mengikuti kejuaraan di Asian Games. Tepatnya pada tahun 2006, 2010, dan 2014. ketika itu ia bersama timnya hanya berhasil memperoleh medali perunggu.

Husni Uba merupakan anak kesembilan dari 10 bersaudara. Ia adalah buah cinta La Uba dan Nurmani. Tepat 23 Maret 1982, Husni Uba dilahirkan.

(Baca Juga : Atlet Takraw Sultra Sumbang Dua Perunggu di Asian Games)

Kakak kandung Husni Uba, Sunarti menjelaskan, sejak kecil Husni Uba sangat hobi bermain takraw. Setiap waktu sorenya dihabiskan hanya untuk bermain dan berlatih. Sejak SD hingga SMA, bakat takraw Husni mulai dibentuk oleh kakaknya sendiri, yakni Kamaluddin.

Mengenal Lebih Dekat Husni Uba, Atlet Takraw Peraih Medali Emas asal Baubau

Dikatakan Sunarti, ketika adiknya itu tercatat sebagai murid SDN Wameo 2 hingga di SMPN 3 Baubau, Husni selalu membintangi lomba takraw di kota pemilik benteng terluas di dunia ini.

Ketika SMA, Husni kemudian ditarik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Sultra, di Kendari. Di sana bakatnya terus dikembangkan.

“Memang kami bersaudara semua atlet takraw. Kami empat orang perempuan dan enam orang laki-laki semua sudah menjejaki kejuaraan takraw tingkat daerah maupun provinsi. Untuk Kamaluddin sendiri saat ini sudah menjadi pelatih takraw di Wakatobi,” terang Sunarti ditemui awak zonasultra.com Minggu (2/9/2018).

Menjalani kisahnya, Husni didampingi seorang istri. Waode Habriani namanya. Mereka menikah pada tahun 2004. Saat ini istrinya tengah bersama-sama Husni di Palembang.

(Baca Juga : Husni Uba: Emas untuk Merah Putih dan Masyarakat Sultra)

Syahrul, senior Husni menambahkan, di tempat latihan Husni dikenal pendiam. Ia juga jarang bergaul. Selama melatih dan berlatih bersama-sama, metode dan tekniknya dalam olahraga takraw tidak pernah diragukan.

“Husni sudah banyak mengikuti kejuaraan mulai tingkat antar pelajar, daerah, provinsi bahkan negara. Pada tahun 2007 ia tercatat sebagai pemain takraw dengan smesh terbaik di dunia. Itu semua karena semangat dan motivasinya yang sangat tinggi,” jelasnya.

Pelatih yang Tegas

Sejauh ini Husni sudah memiliki anak didik sepak takraw di Kota Baubau lebih 20 orang. Saat ini mereka tengah dipersiapkan untuk pertandingan di tingkat provinsi.

“Kita harapkan pemerintah Baubau saat ini harus memberikan apresiasi buat atlet terbaik kita. Sudah selayaknya memberikan penghargaan atau penaikan pangkat luar biasa, sekaligus penjemputan ketika tiba nanti,” bebernya.

Ditemui di lokasi latihannya, di Kotamarah, salah seorang murid Husni, Yoyon Sularso mengatakan Husni dikenal sebagai pelatih yang tegas dan disiplin. Semua muridnya didorong untuk memiliki kualitas.

Mengenal Lebih Dekat Husni Uba, Atlet Takraw Peraih Medali Emas asal Baubau

“Salah satu pelatih yang pernah saya dapat dan nilai terbaik sudah bang Husni. Selama latihan tidak boleh bercanda. Metode latihan yang standar pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) kami pun juga diajarkan,” singkatnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Baubau La Ode Darusalam mengatakan, saat ini Husni tercatat sebagai pegawai aktif Dispora Kota Baubau. Menurutnya, saat ini Husni sudah menjadi obor penerang semangat pemuda Kota Baubau.

“Husni menjadi bintang Asia, kembali di Baubau menjadi inspirasi bagi generasi muda, terus berkarya mengharumkan daerah ini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan Husni dipulangkan tanggal 9 September ini. Ia akan disambut oleh pemerintah dan masyarakat Kota Baubau langsung di Bandara Betoambari. Ia akan diarak keliling Kota Baubau. (A/SF)

 


Penulis: CR3
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib