Tampilan Desktop



Mesin Genset PLN Ereke Semuanya Bekas, Kepala PLN : Defisit Listrik 1000 KW
45 Dibaca

Kepala PLN Sub Ranting Ereke Dahniar di hadapan para anggota dewan dan sejumlah perwakilan masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi, Rabu (14/1/2015), menjelaskan, kebutuhan listrik di Butur sebe

Kepala PLN Sub Ranting Ereke Dahniar di hadapan para anggota dewan dan sejumlah perwakilan masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi, Rabu (14/1/2015), menjelaskan, kebutuhan listrik di Butur sebesar 1300 KW, namun yang tersedia ini hanya 300 KW dikarenakan rusaknya 6 mesin merk Dayhatsu dan Caterpilar, sementara yang beroperasi saat ini hanya satu unit mesin saja. 

“Saat ini kita masih dalam proses pengerjaan atau perbaikan mesin yang rusak itu. Dan teknisi mesin ini sudah datang hari ini,” jelasnya.

Selain itu, ada dua mesin yang baru saja tiba yang saat ini masih dalam proses pengerjaan pondasi yang membutuhkan waktu hingga satu bulan sampai kering. Hingga berita ini dirilis, rapat dengar pendapat masih berlangsung membahas solusinya.

Image

Suasana rapat dengar pendapat. Foto Darso


Sebelumnya, situasi sempat memanas karena massa menolak untuk melakukan hearing atau RDP tertutup. Para pendemo menginingkan agar hearing dilakukan secara terbuka agar seluruh masyarakat bisa mengetahui solusi dari krisis listrik itu. Sementara pihak DPRD meminta agar pendemo mengutus perwakilannya masuk duduk bersama di dalam ruangan untuk hearing bersama dengan pihak PLN dan Distamben Butur. Namun, setelah Wakil ketua DPRD, Salam Sahadia melakukan perundingan, akhrinya massa setuju untuk mengutus perwakilannya. (BACA JUGA : Kecewa Pemadaman Listrik, Kaca Jendela Kantor PLN Ereke Pecah Dilempar Pendemo)

Dalam RDP itu, terkuak kalau mesin yang ada di Butur semuanya rongsokan atau barang bekas. “Saya sebagai putra daerah Butur merasah malu, ternyata selama ini Butur selalu mendapatkan mesin rongsokan, artinya daerah kita ini merupakan tempat penampungan sampah,” kata Muh. Sarif dengan suara tinggi.

Menurut Muh. Sarif, krisis listrik ini sangat berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat Butur. Para nelayan tidak bisa lagi turun mencari ikan karena es tidak ada, tukang kayu tidak bisa kerja lantaran tidak ada aliran listrik termasuk dengan usaha lainnya.

“Tolong ini dijelaskan oleh kepala PLN atas kondisi listrik kita ini yang sudah berlangsung lama terjadi pemadaman bergilir bahkan pemadaman total,” pintahnya.

Sebelumnya, dua elemen masyarakat Butur yakni forum Brigade Mahasiswa Buton Utara (BASIS-BARA) dan Forum Pemuda Desa Kalibu (FOPEMDESK) melakukan aksi demo besar-besaran di kantor PLN Sub Rating Ereke. Bahkan sejumlah pendemo melempari batu kaca jendela hingga pecah. Beruntung pihak kepolisian berhasil mengatasinya.

Para pendemo yang melanjutkan aksinya di kantor DPRD membawah keranda mayat tanda matinya demokrasi dan tak berdayanya pemerintah daerah dan PLN.  Pendemo juga membawa sejumlah spanduk dan membakar ban bekas. Aksi ini mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat. (Dar)

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com