iklan zonasultra

Miliaran Anggaran Covid-19 Digunakan untuk Proyek Pembangunan di BPSDM Sultra

Miliaran Anggaran Covid-19 Digunakan untuk Proyek Pembangunan di BPSDM Sultra
PROYEK - Sejumlah proyek pembangunan fisik di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menggunakan anggaran refocusing Covid-19. (Fadli Aksar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sejumlah proyek pembangunan fisik di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggunakan anggaran refocusing Covid-19, di antaranya rehabilitasi pagar, gapura dan pos jaga.

Dalam papan proyek yang dipasang di lokasi pembangunan, anggaran tiga bangunan fisik itu senilai Rp 866 juta. Pengerjaan proyek itu dilakukan oleh kontraktor CV. Bintang Griyatama yang dimulai sejak 13 Mei hingga 13 Juni 2020.

Pantauan awak ZonaSultra, sejumlah pekerja masih berkutat menyelesaikan bangunan tiga item proyek itu. Salah satu bangunan pagar, tampak pekerja tengah mengecor bagian atas pagar. Temboknya telah dilumuri material campuran semen.

Kepala BPSDM Nur Endang Abbas menerangkan, renovasi pagar itu untuk mengantisipasi keamanan baik para pegawai maupun para warga yang bermukim di sekitar gedung yang dulunya disebut Badan Diklat Kecamatan Puuwatu. Tepatnya, untuk mengantisipasi jika nanti pasien kabur dari ruang isolasi.

Sebab nantinya, asrama yang tengah direnovasi bakal menampung 168 pasien suspect Covid-19 dengan kriteria orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) setelah proyek ini rampung.

Miliaran Anggaran Covid-19 Digunakan untuk Proyek Pembangunan di BPSDM Sultra

“Kita melihat banyaknya pasien kabur, pasien lari, kalau dia lari, sementara ini daerah perkampungan, bisa dia pergi beli minum kopi di warung situ, kita tidak tahu dia sudah dalam keadaan karantina, bisa menular. Jadi makanya kita pagar, ini untuk kenyamanan supaya mereka tidak berkeliaran,” jelas Endang saat dihubungi melalui telepon, Rabu (10/6/2020).

Tak hanya pagar, di lokasi tersebut juga tengah berlangsung pembangunan gedung rumah singgah atau guest house. Dalam papan anggaran yang dipajang, bangunan itu dianggarkan dari dana Covid-19 senilai Rp550 juta.

Sekitar 60 persen bangunan itu rampung. Saat ini, para pekerja tengah memasang rangka atap. Sementara, dinding gedung dalam keadaan telah diplaster. Lantai gedung akan diperuntukkan sebagai ruang isolasi tenaga medis itu belum dipasangi keramik.

Tepat di sampingnya, juga sementara dibangun gudang. Gudang ini dianggarkan dari dana Covid-19 di BPSDM senilai Rp250 juta. Kedua proyek itu ditarget selesai pada 11 Juli 2020 atau dua bulan sejak 13 Mei 2020.

Dana penanganan Covid-19 itu juga dianggarkan untuk pemasangan paving blok di jalan masuk antar asrama di BPSDM. Proyek ini dari anggaran Covid-19 senilai Rp314.490.000.

Dari empat bangunan yang tampak papan anggarannya, menghabiskan anggaran Covid-19 senilai Rp1,980 miliar. Anggaran itu belum termasuk renovasi masjid dan media center di lingkup BPSDM.

Miliaran Anggaran Covid-19 Digunakan untuk Proyek Pembangunan di BPSDM SultraEndang memaparkan, bahwa pembangunan enam item proyek itu tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) refocusing Covid-19 dengan nomenklatur pengembangan ruang isolasi pasien Covid-19.

Enam proyek itu antara lain, asrama, gudang, gedung guest house, pagar, media center, dan renovasi masjid. Asrama itu terdiri dari tiga bangunan yakni bangunan A,B dan C. Saat ini, bangunan C sementara direnovasi dan belum rampung.

Kata Endang, gedung itu terdiri dari 96 kamar yang bakal ditempati sebanyak 168 pasien yang diduga terinfeksi virus Corona dan belum memiliki gejala. Untuk gedung guest house sendiri bakal ditempati untuk tenaga medis yang merawat ratusan pasien.

“Rehab asrama C, asrama A-B itu sudah rampung, sudah bisa ditempati, tinggal pengadaan AC saja dan sebagainya. (Guest house) mereka harus menginap, istirahat, mereka protapnya, tidak boleh bersatu dengan ruangan pasien,” terang Nur Endang.

Menurut dia, asrama itu untuk mengantisipasi pasien Covid-19 ataupun yang masih suspect ketika rumah sakit di Sultra sudah tidak mampu lagi menampung mereka. Endang mengkhawatirkan terjadi gelombang kedua kasus positif virus corona di Sultra.

Selain dua bangunan itu, BPSDM menjelaskan bahwa pembangunan gudang akan diperuntukkan penyimpanan kebutuhan alat tidur, alat medis dan kebutuhan medis pasien lainnya.

Menurut Endang, pihaknya menganggarkan Rp6,5 miliar untuk enam proyek tersebut. Jumlah itu dibagi Rp3,8 miliar untuk pengerjaan fisik dan sisanya untuk membiayai operasional atau honorarium pegawai serta biaya sarana dan prasarana lain.

Miliaran Anggaran Covid-19 Digunakan untuk Proyek Pembangunan di BPSDM Sultra

Alokasi anggaran itu, menurut Endang masuk sebagai belanja modal. Bukan belanja program dan belanja tidak terduga (BTT) sebagaimana data yang dirilis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra, Jumat (5/6/2020).

Data tersebut menyebutkan, BPSDM mengelola anggaran Rp1,170 miliar untuk belanja program dan Rp5.329.159.000 dialihkan ke BTT.

“Tidak (BTT dan belanja progam), cuma pembangunan fisik, honor, lalu pengadaan seperti genset, horden, perbaikan AC. Itu kan harus ada, bagaimana pasiennya mau nyaman kalau AC-nya panas, biasa dia pukul jendelanya lalu dia lari keluar,” katanya.

Endang menyebut pembangunan gedung isolasi ini juga merupakan instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas instruksi Presiden RI Joko Widodo dan diterapkan hampir di seluruh Indonesia.

“Ini adalah instruksi Mendagri, atas instruksi presiden. Bahwa semua BPSDM se-Indonesia dia punya ruang diklatnya harus menjadi ruang karantina. Di beberapa tempat seperti di Yogyakarta di beberapa daerah lain itu sudah digunakan BPSDM-nya sebagai ruang isolasi,” tukas dia. (*)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib