Honda

Miras Jadi Penyebab Utama Meningkatnya Lakalantas di Konut

ilustrasi_kecelakaan_tunggal_motor
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Minimnya kesedaraan masyarakat dalam berkendaraan masih saja terjadi, khususnya di wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Akibatnya, kecelakaan tak dapat terhindarkan hingga kerap menimbulkan korban jiwa.

Dari data Unit Lalulintas Polsek Asera tercatat pada 2018, jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi sebanyak 57 kasus. Dari jumlah itu 16 orang meninggal dunia, empat orang luka berat, dan 37 lainnya luka ringan. Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dari 2017 yang berkisar 25 kasus.

Kepala Unit (Kanit) Lalulintas Polsek Asera, Inspektur Satu (Iptu) Saftu Dirman mengungkapkan, dari jumlah tersebut kurgian yang dialami para korban secara keseluruhan mencapai Rp 174,4 juta.

iklan zonasultra

Dikatakan, kecelakaan terjadi didomoninasi akibat faktor minuman keras (miras) sehingga tidak terkontrol saat mengemudi. Kemudian kendaraan yang tidak dilengkapi komponen pendukung seperti, lampu, spion, rem, serta pengendara yang masih di bawah umur, dan volumen kendaraan yang meningkat.

“Inilah yang terus kita minimalisir dengan meningkatkan pengamanan, giat melakukan himbauan, sosialisasi, serta memberikan tindakan tegas kepada para pelanggar lalu lintas,”tegas mantan Kapolses Wawotobi, Konawe ini dikomfirmasi, Sabtu (9/3/2019).

Sedangkan di 2019, lanjutnya pria berpangkat dua balak ini, mulai dari Januari sampai Februari sebanyak 7 kasus angka kecelakaan terjadi di wilayah Bumi Oheo itu, beberapa diantaranya meninggal dunia.

“Di tahun ini kecelakaan terjadi juga terbilang parah karena para korban mengalami luka-luka yang sangat serius, bahkan sampai meninggal dunia. Kebanyakan pengendara roda dua,”ujarnya.

Diakuinya, para pengendara kebanyakan tidak tertib berlalu lintas sehingga sangat rentan menimbulkan resiko bahaya. Ditambah, wilayah Konut memiliki akses jalan yang tidak terlalu luas, menikung, sebagaian berlubang dan berbatu, serta melintasi area pegunungan yang sangat rawan menimbulkan kecelakaan jika pengemudi lalai.

“Kami berharap dan mengimbau masyarakat setempat agar betul-betul mentaati aturan lalulintas demi keselamatan. Serta melengkapi dokumen kendaraan, memeriksa kondisi kelayakan kendaraan, memakai pengaman saat bepergian, tidak ngebut-ngebut. Dan yang terpenting jika lelah, mengantuk agar sebaiknya beristrahat demi keselamatan kita,” tukasnya. (a)

 


Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib