iklan zonasultra

Nahkoda Kapal KM Izhar Terancam 10 Tahun Penjara

Insiden Kebakaran, Polisi Amankan 5 Orang ABK dan Kapten Kapal
POLSEK SOROPIA - Polsek Soropia, Kabupaten Konawe mengamankan seorang kapten kapal dan empat orang anak buah kapal (ABK) di Mapolsek. (17/08/2019) lalu, (Fadli Aksar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Usai ditetapkan sebagai tersangka, nahkoda Kapal Motor (KM) Izhar Sarluddin Abdul Razak kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu berdasarkan surat perintah penahanan nomor: SP.Han/02/VIII/2019 tanggal 19 Agustus 2019.

Baca Juga : Kapten KM Izhar yang Terbakar Ditetapkan Jadi Tersangka

iklan zonasultra

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt menjelaskan, penahanan selama 20 hari ke depan terhadap nahkoda kapal KM Izhar GT89 setelah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana kecelakaan laut.

“Karena diduga telah melakukan tindak pidana kecelakaan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302 ayat 3 juncto Pasal 117 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan atau Pasal 359 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,” kata Harry via WhatsApp, Kamis (22/8/2019).

Sarludin Abdul Rasak (42) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus terbakarnya kapal kayu tersebut di perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe sejak 20 Agustus 2019.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto menjelaskan, Abdul Rasak ditetapkan tersangka lantaran diduga lalai memuat penumpang melebihi jumlah kapasitas kapal.

Baca Juga : Sebelum Berlayar, Mesin KM Izhar Sempat Rusak

Sebelumnya, KM Izhar terbakar di sekitar perairan Pulau Bokori, Kecamatan Soropia, Konawe, pada Sabtu 17 Agustus 2019 sekitar pukul 00.00 WITA. Akibatnya, ratusan penumpang melompat terjun ke laut, barang bawaan tak sempat lagi diselamatkan. Sebelas orang dinyatakan meninggal dunia, dua orang masih hilang.

Total 87 penumpang yang ikut berlayar menuju Kepulauan Salabangka, Kabupaten Bungku Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) di dalam kapal berbobot 89 gross ton (GT) ini. Sebanyak 66 penumpang berhasil selamat, delapan anak buah kapal termasuk kapten juga dievakuasi ke Polsek Soropia. (b)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib