iklan zonasultra

iklan zonasultra

Operasi Ketupat 2018, 36 Personel Satpol Bombana Disiagakan

Operasi Ketupat 2018, 36 Personel Satpol Bombana Disiagakan
SATPOL BOMBANA - Satpol PP Bombana bersama pihak Kepolisian, Perhubungan dan TNI tengah siaga memantau situasi keamanan dibeberapa titik di daerah itu. (MUHAMMAD JAMIL/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA – Sebanyak 36 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiaga di seluruh titik keramaian di daerah itu. Pemda Bombana menyiapkan lima posko di tiga zona dalam mengawal dan memantau selama 1x 24 jam.

Arus mudik serta arus balik diberlakukan sejak 7 Juni lalu hingga 24 Juni 2018. Tak hanya itu, sebagian dari aparat ini diturunkan untuk siaga di tempat keramaian, khususnya pasar dan lokasi wisata.

Operasi Ketupat 2018, 36 Personel Satpol Bombana DisiagakanKepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Bombana, Andi Firman mengatakan, seluruh personil yang diturunkan adalah orang pilihan yang akan mengawal serta memantau keamanan arus mudik menjelang haru raya Idul Fitri, serta menjaga ketentraman masyarakat saat berada di pasar dan siaga di lokasi keramaian objek wisata pasca lebaran.

” Berdasarkan instruksi melalui surat tugas dari Kemendagri No. 54 Tahun 2011 tentang SOP Satpol PP Bombana, saya Andi Firman Bidang Trantibum bersama Kasi Pengawalan Suriadi Suhar dan Kasi Trantib, Suhardi Suhar menindaklanjuti surat tersebut dengan melaksanakan operasi ketupat 2018 menjelang hari raya Idul Fitri hingga usai lebaran sampai 24 Juni nanti,” kata Andi Firman di Poleang Yang dihubungi Via Whatsapp, Senin (11/6/2018).

Dalam operasi ini lanjut Andi Firman, ada 22 personil siaga di lima pos di beberapa Kecamatan. 6 Orang di Pos pelabuhan Kasipute, Kecamatan Rumbia bersama instansi terkait. Enam orang siaga di pos Poleang, 6 orang di Pos Toburi Kecamatan Poleang Utara. 2 orang di Pos Pelabuhan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat dan 2 Orang siaga di Pos Pelabuhan Kabarna Timur.

” Selain dari itu masih tersisa 14 orang yang kami percayakan stand by melakukan penjagaan ketat di lokasi pasar. Kami sangat harapkan kerja yang baik dari teman-teman khususnya ketentraman masyarakat dari pencopet atau penodong. Ini sangat riskan utamanya menjelang hari besar Islam,” ungkapnya.

Selain dari pengamanan, aspek kenyamanan masyarakat dalam berbelanja. Pos pengamanan di pasar juga sebagai suatu alternatif memantau upaya pedagang memanipulasi harga. Kata dia, hadirnya Satpol PP melakukan siaga memberi efek yang cukup signifikan khususnya terhadap harga pasaran yang ditekan secara rutin oleh aparat.

” Alhamdulillah hingga kini situasi arus mudik masih aman dan terkendali dengan harapan besar kami semoga melalui pengawalan kami ditengah-tengah masyarakat bisa tetcipta suasana khidmat, damai dan kondusif hingga tiba masa operasi ketupat ini berakhir,” tutupnya. (B)

 


Reporter : Muhammad Jamil
Editor : kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib