iklan zonasultra

Orang Kota Paling Bahagia, Yang di Desa Nyaman Dengan Kehidupan Sosialnya

ilustrasi anak desa
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat berdasarkan klasifikasi wilayah, penduduk yang tinggal di perkotaan di Sultra relatif lebih bahagia dibanding penduduk yang tinggal di pedesaan.

ilustrasi anak desa
Ilustrasi

Kepala BPS Sultra Atqo Mardiyanto mengatakan tingkat kebahagiaan penduduk kota dari skala 0-100 berada pada angka 72,41, sementara di penduduk di pedesaan sebesar 70,61. Jika berdasarkan kepuasaan hidup personal, masyarakat kota lebih tinggi dari penduduk yang tinggal di desa, masing-masing 67,53 dan 61,58.

“Ini hasil surveinya jadi orang lebih bahagia tinggal di kota,” kata Atqo saat merilis berita statistik di Kantor BPS Sultra Senin (4/9/2017)

Namun, ungkapnya penduduk pedesaan kepuasaan hidup sosialnya lebih tinggi dibanding perkotaan. Dapat dilihat dari angka yang ditunjukan yaitu 79,69, lebih tinggi dari angka 76,37. Penduduk di pedesaan nyaman dengan kehidupan sosial sehingga menjadikannya lebih bahagia.

Lanjut Atqo ini adalah sebagai ukuran bagaimana kualitas hidup penduduk di Indonesia khususnya di Sultra. Sekali lagi itu bisa mengukur atau mencerminkan bagaimana dimensi lain dari kehidupan seseorang.

(Baca Juga : Di Sultra Pria Lebih Bahagia Dibanding Perempuan)

“Bukan berarti biar miskin asal bahagia. Yang bagus itu kaya dan bahagia. Seperti cita-cita waktu kecil kan, kecil dimanja, remaja foya-foya, dewasa kaya raya, mati masuk surga,” tambahnya.

Dia mencontohkan, seperti halnya di Sultra lalu lintas tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan seseorang. Berbeda dengan di kota besar, kemacetan lalu lintas menjadi penyebab orang bisa menjadi stres.

Akan tetapi, gejala tersebut, dia yakini dengan berkembangnya sebuah kota suatu ketika akan macet juga. Inilah salah satu yang nantinya mempengaruhi tingkat kebahagiaan. Sebab, itu adalah bagian dari kepuasaan akan fasilitas. (B)

 

Reporter : Sitti Nurmalasari
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib