Panwaslu Bombana Gelar Jalan Santai Tolak Politik Uang dan SARA

Panwaslu Bombana Gelar Jalan Santai Tolak Politik Uang dan SARA
JALAN SANTAI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar jalan santai dan deklarasi tolak dan lawan Politik uang dan Politisasi SARA di Gedung serbaguna, Kecamatan Rumbia, Rabu (14/2/2018). Kegiatan ini sebagai sosialisasi kepada semua masyarakat di Bombana agar mampu menghindari segala bentuk modus politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 27 Juni mendatang dan Pilcaleg serta Pilpres 2019 nanti. (Muhammad Jamil/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA. COM, RUMBIA – Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar jalan santai dan deklarasi penolakan dan perlawanan politik uang dan politisasi SARA, Rabu (14/2/2018) di Gedung Serba Guna, Kecamatan Rumbia. Kegiatan ini dimaksud sebagai bentuk ekspresi penolakan demi terciptanya situasi Pemilu yang damai dan Kondusif, khususnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 dan Pilcaleg serta Pilpres 2019 mendatang.

Jalan santai ini dimulai dari jalan poros Kelurahan Lampopala menuju gedung serbaguna, Kecamatan Rumbia, Bombana. Kemudian dilanjutkan dengan deklarasi penolakan dan perlawanan politik uang dan politisasi Sara ditempat itu.

Ketua Panwaslu Bombana, Hasdin Nompo mengatakan, aksi jalan santai tersebut sebagai upaya menunjukan dan menggaungkan kepada seuruh masyarakat bahwa Penyelenggara pemilu di Bombana sangat melawan politik uang dan politisasi SARA.

” Ini adalah upaya perlawanan terhadap politik uang dan penolakan terhadap siapapun yang mencoba memanfaatkan Sara dalam berpolitik,” kata Hasdin Nompo dihadap seluruh deklarator.

Ia juga menekankan kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dengan beragam modus yang digunakan setiap kontestan dalam mencari dukungan.

Panwaslu Bombana Gelar Jalan Santai Tolak Politik Uang dan SARA

” Satu hal yang sering menjadi boomerang bagi masyarakat dalam pemilu yaitu politik uang. Jadi, sanksi antara pemberi dan penerima uang sifatnya sama. Hanya, penerima tidak akan disanksi jika segera melapor ke pihak yang berwajib. Jika penerima cepat melaporkan maka penerima berstatus sebagai saksi mata atau saksi ahli. Makanya semua wajib menghindari dan terus berhati-hati, ” ujar Hasdin.

Pihaknya juga tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari semua stakeholder di wilayah itu.

Bupati Bombana diwakili Asisten 1 Setda Bombana, Mahyudin meminta kepada seluruh masyarakat di Bombana agar tidak mudah terpengaruh dengan politik uang dan pemanfaatan SARA sebagai sarana politik.

“Mari kita sama-sama menyukseskan dua momen pesta pemilu agar lebih kondusif, jangan mudah terintimidasi dengan beragam modus yang ada, ” tegas Mahyudin.

Ia pula menghimbau keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bombana agar bisa lebih netral menghadapi situasi politik. Sebab, jika ditemukan, maka akan disanksi berdasarkan aturan yang berlaku.

Di lokasi yang sama, Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin mengatakan, pihaknya tetap siaga membantu Panwaslu Bombana dalam proses penegakan hukum serta antisipasi berbagai titik rawan, demi terciptanya situasi Kondusif ketika pemilu.

” Jadi kembali saya ingatkan kepada semua kontestan politik, dan seluruh penyelenggara agar mampu menciptakan suasana pemilu yang berintegritas dan mampu bekerjasama yang baik dalam mencegah adanya politik uang dan Politisasi SARA di daerah ini,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan semua stakeholder Pemilu meliputi Panwaslu, Kepolisian Resort Bombana, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana, Komisi Pemilihan Umum (KPU), DPRD dan Semua Partai Politik di Daerah itu. (B)

 


Reporter : Muhammad Jamil
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib