Papan Tulis Rusak, Guru SMA 1 Raha Mengajar dengan Menggunakan Lantai Tehel

Papan Tulis Rusak, Guru SMA 1 Raha Mengajar dengan Menggunakan Lantai Tehel
MENGAJAR : Guru Matematika SMAN 1 Raha La Daya, terlihat saat mengajar siswa siswi-nya menggunakan lantai tehel sebagai pengganti papan tulis yang rusak. (Kasman/ZONASULTRA.COM)
Papan Tulis Rusak, Guru SMA 1 Raha Mengajar dengan Menggunakan Lantai Tehel
MENGAJAR : Guru Matematika SMAN 1 Raha La Daya, terlihat saat mengajar siswa siswi-nya menggunakan lantai tehel sebagai pengganti papan tulis yang rusak. (Kasman/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, MUNA – Papan tulis kelas 10 Mia mengalami kerusakan. Guru La Daya Guru Matematika di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Raha, terpaksa mengajar dengan menggunakan lantai tehel kelasnya sebagai pengganti papan tulis.

Saat ditemui awak zonasultra.com, La Daya mengaku, sebetulnya ia tidak tahu jika ada siswa dalam kelas tersebut memotretnya. Lanjut dia, tidak habis pikir kalau foto tersebut disebar luaskan.

La Daya
La Daya

La Daya menuturkan, pada saat masuk ke dalam ruangan kelas, ia melihat papan tulis rusak berat sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Untuk itu, ia mengambil inisiatif menggunakan lantai tehel sebagai pengganti papan tulis yang rusak.

“Karena ini mata pelajaran Matematika menggunakan rumus-rumus, jadi terpaksa dia menulis di lantai untuk menulis beberapa poin yang harus kamu lihat. Karena mata pelajaran Matematika berbicara tentang fakta,” ujar La Daya saat ditemui di SMAN 1 Raha, Kamis (16/3/2017) siang tadi.

Menurutnya, pada saat masuk kelas itu, kondisi papan tulisnya rusak, jadi terpaksa menulis menggunakan tehel. Agar proses belajar mengajar tetap berjalan sebagai seorang guru tetap menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.

Ia menambahkan, apa yang dia lakukan ini semata-mata tugas profesionalnya sebagai seorang guru, dan tidak mungkin masuk di dalam kelas dan keluar begitu saja, jadi tetap menjalankan tugas apa adanya.

“Ibaratnya tiada rotan akarpun jadi,” katanya.

Untuk diketahui, kejadian guru mengajar menggunakan lantai tehel terjadi tanggal 11 Maret 2017. (B)

 

Reporter : Kasman
Editor : Kiki

13 KOMENTAR

  1. Waah itu salah satu guru sy di SMA N 1 RAHA.
    Itu baru guru yang profesional .. mampu menjalankan tugas dengan baik.

  2. Dia ekting kone itu pak daya.. masa biar hanya papan tulis yg harga 200 rb an sma 1 tidak bisa beli.. omong kosong itu… dana osisnya saja lebih dari 100 juta,, dana bos.. sumbangan pihak ketiga,, atau swadaya guru2 yg dapat sertfikasi.. banyak jalan untuk pembelian tripleks papan tulis.. #ekting truss..

    • maaf bu.. tapi memang terlihat papan tulisnya tidak ada.. papan tulis di kelas kami juga hancur dan di penuhi coretan cat yg sukit di hapus dan hal ini dilakukan oleh pihak luar sekolah (anak anak nakal).. saya rasa sma 1 bukan tidak mampu membeli.. hanya saja kerusakan ini di lakukan oleh pihak luar dan belum sempat ternotic oleh guru dan pihak sekolah.. jadi pak guru dalam berita tersebut terpaksa menulis di kantai agar muridnya masih bisa tetap belajar, dari pada mencela saya rasa hal yg lebih patut di berikan adalah apresiasi pada pak guru ini.. ^^

      ~Siswa SMAN 1 Raha

  3. Begini kneh, kejadian ini sdh seringkali terjadi. Tp herannya, pihak sekolah juga tdk menindak lanjuti. Harusnya jangan hanya sekedar mengganti setelah rusak, tapi ditelusuri..
    Kalo mo bicara soal dana bos, bohong itu kalau sekolah rujukan seperti ini tiada dananya. Mau terhambat sekalipun, tiada alasan utk itu.

  4. MENJIJIKAN jg itu acting bela. sekolah selevel SMA 1 tdk bisa beli papan tulis. dana BOSx dibuang ke mana? lagi pula klw diprhatikan, kelihatan msh layak digunakan. banyak sekolah yg kekurangan sarana n prasarana belajar, tp tdk melakukan hal yg KOTOR dan MENJIJIKAN seperti itu.

  5. Daripada berkomentar asal,mencela,memfitnah mending trun langsung cek ke skolah tsb apa benar kondisinya seperti di foto atau berita ini hoax… malah kalo trun langsung lebih banyak yg lebih menjijikan akan bpk/ibu dapatkan…
    Ini murni gambarnya diambil saat materi berlangsung dan tanpa diketahui oleh pak guru ybs…jadi bukan ekting,lebay menjijikan dll
    Mestinya bpk/ibu kasih apresiasi buat para pencerdas anak bangsa dalm kondisi apapun mreka ttp profesional jalankan tugas …mencari kambing hitam siapa pelaku nya hanya menghabiskan waktu/jam mengajarnya dan yg rugi anak2nya jga….Solusinya…
    Perbaiki sistm/management Kepemimpinan di skolah tsb….mari berbenah mulai skrng tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan…..smangat trus para pendidik, para pencerdas anak bangsa

  6. Sekolah no. 1 katanya di kota raha,, saya alumni sekolah ini.. saya tau seperti apa kebiasaan buruk di sekolah ini.. masi banyak guru yg sok profesional tp sebenarnya mereka sangat manja.. mencoret lantai itu adalah salah satu bentuk kemanjaan.. tidak mau susah dan tidak menghilangkan esensi masalah pada kelas tersebut.. ini kan namanya guru manja.. (maaf yah pak guruku) harusnya ketika di bilang tidak ada rotan akarpun jadi esesi dari rotan itu bisa di gatikan oleh akar.. dan masalahnya selesai.. tp yg saya cermati adalah guru ini mecoret2 lantai dan laintai tidak bisa menjadi papan tulis.. miris liat para tenaga pengajar yg berspekulasi seakan profesiaonal padahal sebenarnya mereka #MANJA..

  7. Dari segi mananya yang menjijikkan? Insoba fekiri dekii kooone.
    Masa menulis di tehel menjijikkan? Bagaimana dengan zaman dulu yang muridnya belajar di tanah? Habis belajar langsung trus dihapus? Mana yg menjijikkan?

    Yang menjijikkan itu kalau misalnya inie itu bapak guru karena hal sepela ndak mau mengajar. Makan gaji buutaa. Itu baru disebut menjijikan.

  8. Makanya saya katakan trun langsung ke skolah tsb….jgan asal koment yg menyudutkan….tau apa sih orang luar ttg managment skolah tsb yg amburadul ?? Jgan sampai kluarkan komentr manja lah apalah2…yg mesti ditanya Kepseknya dong kemana saja itu dana bos, apa sudah disalurkan sesuai jalurnya ??? Atau dana bos sekolah buat para bos2 saja ?? Emang pak guru ybs mesti tenteng papan tulis setiap hari antar kelas biar ga dibilang manja ?? Edd….kasian skali

  9. Ada yg terkagum-kagum, dan ada yg anggap itu hanyalah kelebaian dari sikap seorang Pak La Daya…, sebatas itulah kita menafsirkan apa yang di alami oleh Pak La Daya di SMA 1 Raha, makannya kita punya kampung itu tidak akan pernah maju-maju..!!!

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here