iklan zonasultra

PAPDI Sultra: Karantina Diri Sendiri Cara Ampuh Hindari Virus Corona

Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulawesi Tenggara (Sultra) dr. Yusuf Hamra
dr. Yusuf Hamra

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulawesi Tenggara (Sultra) dr. Yusuf Hamra menjelaskan instruksi untuk berada di rumah atau karantina mandiri masih efektif untuk menghindari penyebaran Novel Coronavirus (COVID-19) yang tengah mewabah di Indonesia.

“Tidak ada cara lain paling ampuh, mengurangi berpergian atau lebih baik berdiam diri di rumah kalau ingin terhindar dari virus Corona,” ungkap Yusuf saat ditemui di kediamannya, Selasa (17/3/2020) sore.

Baca Juga : Bentuk Satgas Cegah Corona, Pemkot Kendari Bakal Bagikan 11 Ribu Masker Gratis

Di tengah kondisi seperti ini, Yusuf menegaskan tidak menutup kemungkinan di Sultra akan ada kasus positif. Pasalnya perkembangan jumlah korban positif corona terus bertambah dengan kelipatan yang cukup tinggi.

Ia mencontohkan penyakit cacar air dalam satu keluarga, apabila satu anak terkena cacar maka cepat atau lambat cacar itu juga akan terkena pada anggota keluarga yang lain. Sama halnya dengan influenza (flu) akan cepat berpindah. Begitupun dengan penyebaran viruscorona.

Yusuf menjelaskan bahwa alasan kuat mengapa masyarakat harus membatasi diri tidak berada di keramaian, karena saat ini sangat sulit membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat yang lain atau mobilisasi masyarakat dunia sangat cepat. Sehingga, tidak menutup kemungkinan penyebaran virus tersebut juga semakin cepat.

Apalagi penyeberan virus hanya perlu kontak langsung dengan orang yang pernah berpergian ke negara yang terkonfirmasi positif corona, kontak dengan pasien yang kemudian ditetapkan positif serta kontak dengan petugas medis yang menangani pasien corona.

“Ya buktinya kan di Sultra kita ada WNA China yang baru masuk. Padahal sudah ada larangan tapi kan tetap juga masuk, jadi sulit menahan mobilisasi masyarakat dunia saat ini,” katanya.

Sehingga, menurutnya pemerintah provinsi harus segera mengambil langkah cepat dengan membatasi aktivitas masyarakat yang tidak perlu. Selain meliburkan aktivitas sekolah, pemerintah harus menutup sementara waktu bioskop dan Tempat Hiburan Malam (THM) dan meliburkan beberapa aktivitas perkantoran terkecuali yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat serta pelaksaan event yang melibatkan orang banyak.

Menurutnya apabila pemerintah setempat melakukan perhitungan alasan ekonomi untuk tidak melakukan pembatasan aktivitas masyarakat, hemat Yusuf akan lebih banyak kerugian daerah apabila sudah ada terkonfirmasi satu saja kasus positif di Kendari atau Sultra dengan tidak mengambil kebijakan tersebut. Ini menggambarkan tidak ada yang lebih baik dari mencegah penyebaran virus itu. Berada di rumah selama dua pekan menurutnya itu cukup.

Baca Juga : Atasi Virus Corona, 45 Anggota DPRD Sultra Karantina Diri

Dari segi kesiapan fasilitas kesehatan, PAPDI Sultra meminta pemerintah kabupaten khususnya di wilayah kepualuan seperti di Buton, Muna dan Wakatobi harus menyiapkan ruang isolasi untuk pasien corona, melihat badan kesehatan dunia WHO sudah mengeluarkan status pandemi corona. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menunjuk RSUD Bahteramas Kendari sebagai rumah sakit utama untuk pelayanan bagi pasien suspec corona.

Untuk diketahui, total kasus positif virus Corona (COVID-19) melonjak menjadi 172 orang. Untuk kasus yang meninggal dunia disebutkan 5 orang. B

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Rosnia

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib