iklan zonasultra

Parkiran Dikenakan Biaya, Mahasiswa Stikes Mandala Waluya Terpaksa Parkir Motor di Bahu Jalan

Parkiran Dikenakan Biaya, Mahasiswa Stikes Mandala Waluya Terpaksa Parkir Motor di Bahu Jalan
BIAYA PARKIR - Parkiran Stikes Mandala Waluya yang dikenakan tarif dan disamping kanan parkiran yang non tarif. (M1/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA. COM, KENDARI– Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Mandala Waluya Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memprotes penarikan tarif parkir bagi mahasiswa di kampusnya.

Tarif parkir kendaraan itu tentu membebani mahasiswa, ditambah lagi dengan kenaikan SPP setiap tahun di kampus yang sebentar lagi akan berubah menjadi Universitas.

Para mahasiswa menanyakan apakah SPP belum cukup untuk membangun lahan parkiran. Perlu diketahui, kampus Stikes Mandala Waluya ini memiliki dua tempat parkir yang berbeda, diantaranya parkiran yang bertarif kendaraan mahasiswa dijaga dan di sebelahnya parkiran non tarif, di mana pihak kampus tidak bertanggung jawab jika kendaraan mereka hilang.

iklan zonasultra

Adapun sistem pembayaran parkiran yang dikenakan tarif yaitu dengan memakai karcis, dan terbagi lagi sistem pembayaranya ada yang per hari dan per bulan. Untuk karcis per hari dihargai Rp 1000 sedangkan karcis per bulan dikenakan tarif Rp 25 ribu.

Ketua Himpunan Mahasiswa jurusan Keperawatan Stikes Mandala Waluya, Afdal yang didampingi ketua HMJ Farmasi Adit pernah menanyakan penarikan biaya parkiran ke Wakil III bagian Kemahasiswaan.

” Memang ini sangat memberatkan kami setiap parkir harus mengeluarkan uang. Mana lagi SPP yang tiap tahun mengalami kenaikan,”ungkapnya, Senin, (8/4/2019).

(Baca Juga : Warga Keluhkan Mahasiswa Stikes Mandala Waluya Parkir di Bahu Jalan)

Ia merasa pihak kampus tidak berlaku adil dalam mengeluarkan kebijakan parkiran prabayar, sehingga banyak mahasiswa yang memarkirkan motor di bahu jalan.

” Lucunya lagi parkiran yang non tarif tidak memiliki atap atau pelindung motor kami dibandingkan parkiran yang bertarif padahal kami sama-sama membayar SPP”, ucapnya.

Ia berharap agar pihak kampus membuat pelindung di parkiran non tarif, walaupun pelindung itu kecil agar sinar matahari dan hujan tidak mengenai motor dan helm mahsiswa.

” Saya mengambil contoh di Fakultas Fisip UHO tempat parkiranya kecil namun ada pohon pelindungnya. Yang kaya begituan kami maksud walaupun kecil tidak apa-apa yang penting ada”, tutup Afdal

Menanggapi keluhan Mahasiswa, Ali Hanafi selaku kepala badan usaha Stikes Mandala Waluya mengatakan, parkiran yang dikenakan tarif bertujuan sebagai pengamanan kendaraan mahasiswa.

” Ada beberapa penjaga untuk menjaga motor mahasisiwa jika tidak ada mau parkir yang dikenakan tarif silakan parkir di tempat yang telah disiapkan”, Hanafi saat dihubungi via telepon, Senin, (8/4/2019)

Uang yang mereka bayar, katanya, untuk membayar honor para penjaga parkiran yang setiap hari menjaga motor mereka mahasiswa. Selain itu parkiran prabayar bertanggung jawab jika motor mereka hilang atau barang-barang mereka.

” Uangnya mereka kasih sebagi gaji para pegawai, bagaimana mereka mau jadi penjaga parkir kalau tidak ada ongkosnya”, tutup Hanafi.

Namun begitu, pihak kampus tidak akan mengubah kebijakan karena bertujuan untuk menjaga kendaraan Mahasiswa. (b)

 


Penulis:M1
Editor : Kiki

1 KOMENTAR

  1. kampus miskin..
    gaji dosen dibayar mahasiswa..
    bikin gedung dibayar mahasiswa..

    ngaca donk siapa yang gaji kalian.. jangan durhaka sama majikan

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib