iklan zonasultra

Pasca Didemo, Kampus Unidayan Turunkan Harga Pembayaran SPP

Pasca Didemo, Kampus Unidayan Turunkan Harga Pembayaran SPP
JUMPA PERS - LM Sjamsul Qamar (tengah, baju biru) saat jumpa pers di gedung rektorat Unidayan, Jumat (5/7/2019). (M6/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,BAUBAU – Universitas Dayanu Iksanuddin (Unidayan) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menurunkan harga pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk ajaran 2019/2020. Kebijakan itu diambil setelah mahasiswa melancarkan protes dengan menggelar aksi demo mengecam kenaikan SPP tersebut.

Rektor Unidayan, LM Sjamsul Qamar, mengakui sudah mengoreksi kebijakan kenaikan SPP. Setelah dikoreksi rata-rata per Prodi turun Rp200.000, dari satuan yang dipatok. Kebijakan ini dianggap proposional oleh petinggi Unidayan setelah berembuk usai protes mahasiswa.

“Setelah ada demo, kami koreksi, SPP yang tadinya kita naikan diturunkan lagi. Prodi Teknik Sipil misalkan, itu menjadi Rp2.300.000, sedangkan Prodi Peternakan dan Prodi Pertanian menjadi Rp1.800.000. Selain itu, Program studi yang lain juga kami koreksi (setelah dinaikan) mulai dari Mesin, Tambang, Matematika, Bahasa Inggris, Fakultas Ekonomi, Sejarah itu kita turunkan jadi Rp2.000.000,” terang Sjamsul saat menggelar jumpa pers di Unidayan Jumat (5/7/2019) sore.

Baca Juga : 160 Mahasiswa Unidayan KKN di Mubar

Menurut Sjamsul Struktur SPP di Unidayan berdasar klasterisasi dan pemeringkatan. Nilai SPP setiap Fakultas dan Juga Program Studi (Prodi) berbeda, tergantung pada minat mahasiswa pada Prodi dan Akreditasi Prodi.

Lebih lanjut Sjamsul mengatakan di tahun 2020 Unidayan menargetkan menambah 40 ruangan belajar baru. Serta 20 orang tenaga pendidik baru. Semua biaya keseluruhan target itu, diambil dalam SPP mahasiswa.

Saat ini ada 194 orang dosen di Unidayan mesti mengajar 6.309 orang mahasiswa yang tersebar di 17 Prodi. Selain itu, mahasiswa Unidayan cuma belajar di 72 ruangan.

“Hal inilah, kata Sjamsul, mengapa SPP mahasiswa Unidayan dinaikan,” imbuhnya.

Belum lagi, kebijakan pemerintah yang mengharuskan tenaga kerja disetiap unit usaha mesti di jamin BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan. Sehingga jika Unidayan ingin merekrut tenaga didik, maka harus menanggung biaya BPJS Ketenagakerjaanya.

“Saat ini seluruh Prodi hampir berakreditasi B. Inilah bukti dari upaya kami mengembangkan kapasitas. Kami merupakan urutan pertama untuk PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di Sultra. Urutan 343 dari 3444 PTS di Indonesia. Alumni kami pada 2019 sebanyak 143 orang jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil),” imbuhnya. (B)

 


Penulis : M6
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib