iklan zonasultra

Pasien Covid-19 Kendari Membludak, Ruang Isolasi RSUD Kendari Penuh

Melihat Kemegahan Gedung PMCC RSUD Kota Kendari
GEDUNG PMCC - Tampak depan Gedung Private Medical Care Center (PMCC) RSUD Kota Kendari. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang cukup signifikan dalam satu minggu terakhir membuat ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari penuh.

Angka penambahan kasus positif virus corona di kota lulo terjadi selama Agustus 2020. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dalam 9 hari terakhir virus Corona jenis SarsCoV-2 ini menginfeksi 85 warga.

Sehingga total konfirmasi positif Covid-19 saat ini sebanyak 296 kasus. 143 di antaranya masih menjalani isolasi di dua rumah sakit yakni RSUD Kota Kendari dan Rumah Sakit Bahteramas. Sementara, kapasitas RSUD Kendari hanya mampu merawat sebanyak 75 sampai 80 pasien.

Direktur RSUD Kota Kendari Dokter Sukirman membenarkan, Minggu (9/8/2020) kemarin merupakan puncak penambahan pasien sebanyak 75 orang. Pasalnya menurut dia, pihaknya juga tidak bisa menolak pasien yang mengidap penyakit lain yang sudah mulai ramai berdatangan.

“Sekarang sudah turun menjadi 57 pasien yang kita rawat. Tapi tidak tau lagi sebentar kalau ada yang masuk,” kata Sukirman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2020).

Sebagai alternatif, kata dia, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir memerintahkan membuat ruang isolasi tambahan di Private Medical Convention Center (PMCC). Kapasitas ruangan mencapai 40 kamar. Pihaknya juga bakal merawat pasien ke rumah sakit darurat yang lain.

“Ada tambahan 40 kamar, jadi bisa lebih seratus. Provinsi juga sudah ada tambahan bangunan, seperti Bapelkes, SMA angkasa, kalau masalah ruangan tercukupi lah. Walaupun atas nama provinsi tapi yang dirawat warga Kota Kendari,” jelas dia.

Sukirman mensinyalir, terjadinya penambahan kasus konfirmasi positif yang cukup tajam disebabkan karena masyarakat sudah tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, masyarakat kini tak percaya lagi dengan Covid-19.

Selain itu terjadi perubahan kondisi psikologi masyarakat mengenai pandemi global Covid-19. Jika dulunya warga paranoid dan takut beraktivitas di luar rumah, Sukirman melihat saat ini warga berani keluar rumah dan tak pakai masker.

“Pengetesan virus Corona di wilayah perkantoran semakin masif. Banyak yang reaktif, lalu SOP-nya yang reaktif langsung di-swab, biasanya swabnya langsung positif. Terbukanya kembali perjalanan dinas, itu yang membuat angka kasus terus bertambah,” pungkas dia.

Secara keseluruhan, total warga Sultra terkonfirmasi positif sebanyak 1.020 orang. Sementara, yang masih menjalani perawatan karena terpapar Covid-19 yakni sebanyak 310 orang dari total jumlah kasus. Kasus sembuh 693 dan meninggal akibat mengidap virus Corona sebanyak 17 pasien. (a)

 


Reporter: Fadli Aksar
Editor: Ilham Surahmin

2 KOMENTAR

  1. Anjurkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker rajin cuci tngan dan mnjaga jarak. Tidak mnyentuh area muka. Konsumsi vitamin dan olahraga ringan dibawah matahari pagi

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib