iklan zonasultra

Pasien DBD Meningkat, Dinkes Kolaka Salahkan Kepala Desa

Pasien DBD Meningkat, Dinkes Kolaka Salahkan Kepala Desa
Rosnawati

ZONASULTRA.COM, KOLAKA– Meningkatnya kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kolaka, ditanggapi miring oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka, Rosmawati.

 Pasien DBD Meningkat, Dinkes Kolaka Salahkan Kepala Desa
Rosnawati

Rosnawati yang ditemui di kantor kelurahan Sabilambo, Kecamatan Kolaka, itu menyalahkan para kepala desa di daerah itu yang tidak memberikan arahan kepada warganya untuk melakukan pembersihan di lingkungan sekitarnya.

“Penyakit DBD itu disebabkan oleh jentik nyamuk aides agepty. Nyamuk ini muncul kalau kondisi lingkungan kita kotor. Jadi biar kita lakukan fogging, kalau gaya hidup warga yang tidak bersih, maka penyakit itu tetap akan menyerang mereka,” ujar Rosmawati, Selasa (8/3/2016).

Menurutnya, upaya penanggulangan penyakit DBD di Kolaka sudah dilakukannya dengan memberikan bantuan serbuk ABBATE kepada warga. Serbuk itu dapat diambil secara gratis di puskesmas terdekat.

Namun demikian, lanjut Rosmawati, virus penyebab DBD masih menyebar di Kolaka jika pola hidup warga yang tidak memelihara kebersihan lingkungannya.

“Kalau kita fogging terus, itu akan menjadi racun bagi masyarakat. Jadi solusinya adalah memelihara kebersihan,” ujarnya.

Rosmawati menilai, minimnya peranan kepala desa dan lurah untuk mengajak warga melakukan pembersihan lingkungan menjadi penyebab merebaknya wabah penyakit DBD di Kolaka.

(Artikel Terkait : Penderita DBD di Kolaka Membludak, 3 Orang Meninggal Dunia)

Padahal, kata dia, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kemudian dilanjutkan dengan surat himbauan bupati Kolaka kepada kepala desa dan lurah di Kolaka agar melakukan kerja bakti di setiap desanya.

“Faktanya itu tidak dilakukan. Yang harus banyak bergerak adalah kepala desa dan lurah. Masalah DBD harus diatasi bersams-sama, tidak bisa hanya dilakukan oleh dinas kesehatan,” tandasnya.

 

Penulis : Abdul Saban
EditorĀ  : Rustam

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib