iklan zonasultra

Pasien Positif Covid-19 di Kendari Semangati Lansia Saat Diisolasi

Pasien Positif Covid-19 di Kendari Semangati Lansia Saat Diisolasi
PASIEN POSITIF - Potongan video viral di media sosial menampilkan seorang pria sedang memberi semangat kepada seorang pria lansia (74) yang juga berada di dalam ruangan. Keduanya merupakan pasien postif Covid-19 asal Kota Kendari. (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sebuah video viral di media sosial menampilkan pasien positif Covid-19 tengah menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (5/4/2020).

Dalam video berdurasi 2 menit 32 detik itu tampak seorang pria sedang memberi semangat kepada seorang pria lansia (74) yang juga berada di dalam ruangan. Keduanya merupakan pasien postif Covid-19 asal Kota Kendari.

Pria 42 tahun itu menyampaikan kepada lansia tua itu agar tidak stres memikirkan penyakit virus corona yang mereka derita. Katanya, dia juga stres karena adiknya terus memikirkan kondisinya di ruang isolasi.

“Tapi saya kasih tahu, janganmi stres, saya juga stres pikirkan ini. Tapi kita mau bagaimana kasian. Seandainya obat ada di sini bisa sembuh, sembuh mi saya,” tutur pria dalam video itu.

Pria tersebut kemudian mengingatkan kepada sang lansia agar tidak bersedih, apalagi sampai menangis karena tak dijenguk anaknya.

“Jadi tolong om, jangan kita sedih, jangan kita menangis, jangan. Yakin saya om, saya juga stres, tapi karena saya lawan stresku dengan semangat, saya masih semangat sekarang,” tuturnya.

“Jangan kita sedih, kenapa anakku tidak lihat saya, bukan anaknya kita yang tidak mau lihat om, tapi karena penyakitnya kita, om, orang takut kasihan. Iye, banyak orang takut. Jangan kita sedih om,” katanya lagi.

Pria ini juga bercerita pengalamannya diminta oleh pemerintah setempat agar segera meninggalkan rumah dan membawa diri ke rumah sakit. Padahal dia merasa sehat dan tak punya gangguan kesehatan.

“Tidak ada dokter yang bilang sama saya, kalau saya ini kena corona, tapi karena saya diteror sama pak RT, sama orang kelurahan, saya pergi mi. ‘Kalau bapak tidak mau pergi ke RS saya telepon polisi’,” cerita dia.

“Akhirnya saya pergi sama istriku, saya naik motor, pagi-pagi saya pergi, anakku kasihan saya tinggalkan. Saya bilang jangan mi ikut bapak, nak, ada penyakitnya bapak,” pungkasnya.

Video tersebut dibenarkan oleh salah satu keluarga pasien bernama Komar. Menurut dia, laki-laki yang berbicara itu adalah kakak sulungnya. Sementara, yang mengabadikan momen itu adalah kakak perempuannya yang lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

“Dialah pasien positif yang baru masuk dengan perawat. Perawat itu istrinya kakak saya. Yang merekam ini juga kakak saya, yang juga pasien positif dari Konawe bersama suaminya,” kata Komar saat dihubungi melalui WhatsApp.

Sementara itu, dokter forensik rumah sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kompol dr Mauluddin menjelaskan bahwa pasien positif Covid-19 dengan kondisi psikologi yang baik seperti punya semangat, ceria dan punya keyakinan besar untuk sembuh akan lebih mudah terbebas dari paparan virus asal Wuhan China itu.

Menurutnya, orang yang tenang dalam menghadapi apapun, lebih mudah menghidupkan tentara-tentara antibodi dalam tubuh. Sehingga imunitas terbangun secara alamia dan bisa sembuh tanpa obat sekalipun.

“Jadi ketika senang, ceria, itu salah satu senjata untuk melawan virus corona secara alami. Saya yakin, 97 persen bisa sembuh, saya kira jangan kita terlalu merasa cemas, tapi tetap bersemangat. Karena banyak orang-orang bersemangat melawan virus ini sembuh dengan sendirinya, bahkan tanpa obat,” tegas dr Mauluddin saat diwawancarai via telepon, Senin (6/4/2020).

Kata Mauludin, keceriaan itu harus didukung oleh teman-teman, keluarga terdekat, dan memberikan dukungan. “Minimal kalau masih bisa telepon, komunikasi terus, jangan sampai terputus,” ujar dia.

Selain itu, kata dia, bisa juga dibantu dengan pemberitaan yang kondusif, menyenangkan, dan tetap diisi dengan kewaspadaan serta tidak lengah. Hal itu bisa menangkal dan membantu imunitas tubuh melawan Covid-19.

Satu hal, lanjut dia, yang sebenarnya anugrah masyarakat Indonesia khususnya di Sultra yaitu suhu tropis, untuk orang Indonesia langit ini membantu memerangi Covid-19. Imunitas orang Indonesia itu sudah terbangun dengan baik.

“Sehingga, mudahan-mudahan ya dibanding Italia, kita ini cukup kuat menghadapi virus ini.cepat atau lambat kita akan melewati ini,” tukasnya. (B)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib