iklan zonasultra

PDAM Kendari Target Pengaliran Air Normal Pekan Depan

Suplai Air Tak Lancar, Pasien Keluhkan Pelayanan RSBG Kolaka
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa menargetkan pengaliran air di Kota Kendari akan kembali normal sekitar pekan depan, tepatnya pertengahan Agustus 2019.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Anoa Kendari Damin mengatakan, selama ini terjadinya ketidaklancaran pengaliran air yang dialami oleh warga Kota Kendari masih merupakan dampak dari kerusakan pipa PDAM di Pohara, Kabupaten Konawe, akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Dua unit pompa Tirta Anoa Kendari di Intake Pohara sudah difungsikan. Hanya saja, setiap pompa beroperasi secara estafet dan bergantian selama 12 jam sekali pakai,” kata Damin di ruang kerjanya, Selasa (13/8/2019).

iklan zonasultra

Saat ini durasi pendistribusian air bersih ke rumah-rumah pelanggan di 6 kecamatan dalam Kota Kendari berkurang. Di waktu normal pengaliran air PDAM dijadwal dua hari sekali, tetapi saat ini pendistribusian air bersih harus molor hingga enam hari sekali.

Selain itu, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu juga menyebabkan putaran pompa skrupam atau pompa tekan di Intake Pohara, menjadi berat. Kata Damin, meskipun memang dua pompa sudah difungsikan, tapi pengoperasiannya belum bisa penuh selama 24 jam setiap pompa.

(Baca Juga : Imbas Jalan Amblas di Sampara, Pelayanan PDAM Kendari Terhenti Sementara)

“Dua pompa sudah stand by di Pohara. Satu beroperasi, satu pompa istirahat. Bergantian setiap hari selama 12 jam sekali jalan. Kami belum bisa paksakan dua-duanya full setiap hari. Sebab, kita takut pipa kembali goyang dan menyebabkan pengaliran air menjadi putus total kembali,” ujar Damin.

Dengan kondisi pipa PDAM saat ini, Damin meminta warga bersabar sembari pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan. Ia menargetkan, pekan depan, pasokan air ke 6 kecamatan yang teraliri air dari sumber Pohara, yakni Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Puuwatu, Wua-wua, dan Kadia, sudah bisa kembali normal.

“Saya juga minta maaf kepada masyarakat Kendari. Kita sudah maksimal. Hanya memang, ketahanan pompa PDAM di Pohara belum memadai dan harus estafet pemakaiannya,” ujar Damin. (B)

 


Kontributor: Sri Rahayu
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib