Pembacok Anggota Brimob Polda Sultra Akhirnya Menyerahkan Diri

Pembacok Anggota Brimob Polda Sultra Akhirnya Menyerahkan Diri
PEMBACOKAN BRIMOB - Komandan Satuan (Dansat) Brigade Mobil (Brimob) Kepolsian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sulra) Kombes Pol Joni Afrizal Samsuddin bersama Pelaku pembacokan anggota Brimob Aldi Setiawan alias Pion (24). (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pelaku pembacok salah satu anggota satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Bripda Roxy, bernama Muhammad Aldi Setiawan alias Pion (24) akhirnya menyerahkan di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Selasa (9/4/2019) setelah buron sejak Minggu (7/4/2019) dini hari.

Hal itu dibenarkan oleh Komandan Satuan (Dansat) Brigade Mobil (Brimob) Polda Sultra Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin. Dia mengatakan, Pion menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Benar, dia menyerahkan diri di Ditreskrimum Polda Sultra siang tadi, selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Resor (Resor) Kendari untuk dilakukan penyidikkan lebih lanjut,” ungkap Joni Afrizal Syarifuddin, kepada awak Zonasultra melalui pesan Whats App, Selasa (9/4/2019).

Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kendari AKP Diki Kurniawan juga ikut membenarkan proses penyerahan diri pemuda asal Jalan Martha Tiahahu, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga itu. “Saya sudah bawa ke Polres Kendari,” kata Diki saat dihubungi via whatsapp.

Pion diketahui melakukan pembacokan di Bundaran Adi Bahasa, Jalan Mayjen Katamso, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga Kota Kendari kepada bintara remaja angkatan 42 Bripda Roxy Rahayu, hingga mengalami luka dengan 13 jahitan di bagian pinggang belakang.

Joni menjelaskan, kronologi kejadian pada malam itu, Bripda Roxi rahayu NRP 97040781 keluar dari Mako Brimob menggunakan motor Ninja pada Sabtu (6/4/2019) pukul 22.00 Wita bersama Bripda Saiful Asgar menuju kos sepupunya Bripda Saiful Asgar yang terletak di dekat Pasar Panjang untuk mengambil motor.

Bripda Roxy Rahayu dan Bripda Saiful Asgar kemudian menuju counter milik keluarga Bripda Saiful Asgar yang terletak di perempatan pasar panjang. Sekitar pukul 23.00 Wita, Bripda Pialdi bersama tiga rekannya lainnya keluar Mako untuk membeli makanan di warung yang terletak di dekat Bundaran Adibahasa Baruga.

Namun saat perjalanan pulang setelah balik dari warung, Bripda Pialdi dicegat oleh orang tak dikenal dengan cara ditarik tangannya dan diteriaki dengan kata kasar. Setelah itu Bripda Pialdi kembali ke Mako dan melaporkan kejadian tersebut kepada rekan seangkatannya. Kemudian Bripda Pialdi bersama tiga orang rekannya itu kembali ke bundaran Adi Bahasa Baruga untuk mempertanyakan maksud pencegatan terhadap Bripda Pialdi.

Namun setibanya di TKP Bripda Pialdi bersama rekannya dicegat kembali oleh sekelompok orang yang tidak dikenal yang berjumlah sekitar 30 orang dengan membawa sajam jenis parang Kemudian Bripda Pialdi dan 3 rekannya menginformasikan ke grup whatsapp letingnya untuk meminta bantuan.

Kemudian Bripda Roxy Rahayu dan Bripda Saiful Asgar yang kebetulan sedang berada di luar markas, yakni di perempatan pasar panjang mencoba menuju TKP yang kebetulan satu jalur pulang menuju markas hingga sampai di TKP sekitar jam 00.30 Wita tepatnya di depan rumah sakit Aliyah.

“Bripda Roxy Rahayu dan Bripda Saeful Asgar langsung dihadang oleh sekelompok orang yang membawa parang dan membacok bagian pinggang belakang Bripda Roxy Rahayu. Mengetahui hal tersebut semua leting Bripda Roxy Rahayu yang berada di markas dan di TKP melakukan pencarian terhadap pelaku pembacokan,” ujar Dansat Brimob Polda Sultra itu.

Puluhan anggota Brimob mengira pelaku masuk ke dalam rumah seorang warga milik Yudahusna. Saat itu oknum Brimob pun mengacak-acak rumah itu sehingga beberapa bagian rumah hancur, untuk mencari pelaku penganiayaan itu. (a)

 


Kontributor : Fadli Askar
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib