Pembuatan Drainase Gunakan Batu Kapur, Ini Tanggapan Kadis PUPR Mubar

Pembuatan Drainase Gunakan Batu Kapur, Ini Tanggapan Kadis PUPR Mubar
DRAINASE - Pekerjaan drainase dari ruas jalan poros Desa Wakoila-Lombu Jaya-RSUD di Muna Barat tampak menggunakan batu berwarna putih yang diduga jenis batu kapur. Hal itu terlihat di Desa Lombu Jaya, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sabtu (5/1/2019). (Kasman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Pembuatan drainase dari proyek peningkatan ruas jalan poros Desa Wakoila-Desa Lombu Jaya-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Muna Barat (Mubar) tampak menggunakan material batu berwarna putih yang diduga jenis batu kapur. Material itu dicampur dengan batu gunung yang lebih kuat dari batu kapur.

Warga Desa Lombu Jaya inisial AF mengatakan selama ini melihat pekerjaan drainase atau selokan itu telah menggunakan material batu kapur berwarna putih itu. Namun tidak semua batu kapur, ada juga material batu gunung yang digunakan.

iklan zonasultra

“Kalau saya lihat meterial pembuatan drainase ini dicampur menggunakan batu gunung dan batu kapur,” kata AL saat ditemui di depan rumahnya, Desa Lombu Jaya, Jumat (4/1/2019) sore.

Sementara itu, salah satu tukang proyek itu, inisial LI membenarkan bahwa pekerjaan yang sementara dikerjakannya sebagian menggunakan material batu kapur. LI mengerjakan sudah sepanjang 50 meter.

“Saat kerja di sini materialnya sudah dibuang di sini, jadi kita tinggal pake material yang ada seperti batu kapur ini. Kita tahunya kerja saja di sini,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mubar, Karimin menjelaskan bahwa kalau material khususnya batu, di Pulau Muna semua jenis batunya adalah batu kapur. Hanya yang perlu diperhatikan soal kepadatannya dari batu kapur tersebut.

“Jadi kalau batu yang ada di dalam tanah, terus kepadatannya sudah bagus atau padat dan itu saya kira tidak menjadi masalah digunakan sebagai material. Terkecuali batu kapur yang di maksud itu, ketika dipukul itu hancur berkeping-keping,” tutur Karimin.

Karimin mengaku pernah turun lapangan untuk memastikan batu kapur yang digunakan sebagai material pembuatan drainase itu. Dia menemukan ada satu tumpukan batu yang diduga batu kapur tapibtidak dipakai untuk drainase.

Setiap menemukan tumpukan batu kapur di tempat tersebut, Karimin mengaku sudah mengingatkan pihak kontraktor untuk tidak menggunakan batu kapur tersebut.

“Saya juga bingung ini, yang dimaksudkan para tukang ini yang menyebutkan material yang mereka gunakan itu batu kapur, padahal semua jenis batu di sini berasal dari jenis batu kapur. Dan saya juga sampaikan kepada tukang ini, kalau kalian temukan batu kapur jangan dipasang, tetapi masih juga dipasang dan berarti tukang-tukang ini yang nakal,” tuturnya.

Dia menambahkan, dirinya juga sudah mengecek batu yang digunakan dalam pekerjaan drainase tersebut dan memukul batu-batu tersebut, ada yang hancur dan ada juga yang tidak pecah. Menurutnya batu kapur yang ada itu sangat kuat dan padat saat dipukul memakai palu.

“Jadi kalau dipakai untuk material pekerjaan drainase itu tidak apa-apa. Sepanjang kepadatannya sudah maksimal, dipukul dengan palu tidak hancur,” Jelas Karimin.

Untuk diketahui, proyek pekerjaan peningkatan ruas Jalan Poros Wakoila-Lombu Jaya-RSUD Mubar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Dana Alokasi Umum (APBD-DAU) dengan total anggaran Rp 8.748.000.000,-. Pemenang tender Adalah PT. Yudisthira Trio Putra. (A).

 


Kontributor : Kasman
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib