iklan zonasultra

Pembunuhan Anggota TNI di Baubau, Danrem 143/HO Minta Anggotanya Tahan Diri

Pembunuhan Anggota TNI di Baubau, Danrem 143/HO Minta Anggotanya Tahan Diri
PEMAKAMAN PRAJURIT - Haru anak perempuan Serda Baso Hadang ketika menyaksikan janazah ayahnya dimakamkan, Jumat sore (15/5/2020). (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Jenazah Sersan Dua (Serda) Baso Hadang telah disemayamkan di Kelurahan Karingkaring, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) Jumat (15/5/2020) sekitar pukul 16.00 WITA. Kepergiannya telah diiklaskan oleh pihak keluarga maupun internal TNI AD, namun pelakunya harus tetap dihukum.

Hal ini diungkapkan oleh Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo, Kolonel Inf. Jannie A. Siahaan saat menghadiri pemakaman babinsa yang bertugas di Kodim 1413 Buton tersebut.

Iklan Zonasultra

“Kita mengimbau kepada anggota Kodim 1413 Buton atau seluruh anggota TNI-AD di sini agar mempercayakan pada hukum. Jadi mari kita percayakan pada pihak kepolisian,” ujar Jannie.

Jannie menegaskan, kematian Serda Baso Hadang merupakan masalah yang serius di internal TNI AD. Pasalnya, belakangan ini banyak kasus yang menunjukkan anggota TNI bertikai dengan warga dengan motif berbeda-beda.

“Kedatangan saya dengan Kapolda Sultra di tempat ini menunjukan bahwa peristiwa ini merupakan masalah yang serius. Karena almarhum meninggal saat tugas (piket malam di Koramil 1413-16 Sorawolio),” tuturnya.

Hal serupa dikatakan oleh Irsyat Basir, anak Serda Baso Hadang. Dia mengaku sudah ikhlas, tapi berharap pada pihak kepolisian agar secepatnya menangkap pelaku pembunuh ayahnya.

“Semoga pelakunya cepat ditangkap, agar dapat diberi hukuman,” ujarnya.

Kapolda Sultra Brigjen Pol. Merdisyam yang juga turut menghadiri pemakaman berjanji akan menuntaskan kasus ini secepatnya. Sementara waktu, pelaku sudah ditetapkan sebagai orang dalam pencarian sebagai tersangka.

“Nanti kita akan selidiki motifnya, keseluruhannya kenapa melakukan pembunuhan,” pungkas Merdisyam.

Serda Baso Hadang dibunuh oleh seorang warga yang sedang mabuk alkohol di Kelurahan Karingkaring, di sebuah jalan persawahan. Mayatnya ditemukan bersimbah darah dengan bekas tusukan dan sayatan senjata tajam. Sebelum terbunuh TNI-AD itu sedang piket di Koramil 1413-16 Sorawolio. (a)

 


Kontributor: Risno Mawandili
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib