iklan zonasultra

Pemda Konut Terima Penghargaan UHC JKN-KIS dari Presiden Jokowi

Pemda Konut Terima Penghargaan UHC JKN-KIS dari Presiden Jokowi
PENGHARGAAN-Bupati Konawe Utara Ruksamin melakukan foto bersama usai menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018). (Foto: Istimewa)

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) mewakili Sultra meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penghargaan itu diserahkan langsung Presiden Joko Widodo bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada Bupati Konut Ruksamin di Istana Negara, Rabu (23/5/2018.

Di tempat itu, Jokowi mengapresiasi upaya Pemda Konut yang peduli terhadap masyarakat dan singkron dengan program Nawacita yang dicanangkan di seluruh Indonesia.

Buapati Konut Ruksamin melalui Kabag Humas Laode Amanudin mengatakan, penghargaan itu diperoleh karena Konut menjadi satu-satunya wilayah di Sultra yang memprogramkan jaminan kesehatan gratis untuk seluruh masyarakatnya melalui kartu BPJS Kesehatan.

“Alhamdulilah ini salah satu bukti kerja yang ditunjukan pemimpin daerah kita untuk membangun daerah dan masyarakat melalui program kesehatan gratis,” jelas Amanudin saat dikonfirmasi, Jumat (25/5/2018).

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Konut Nurjannah Efendi menuturkan, program BPJS kesehatan gratis masuk dalam program kerja Ruksamin-Raup dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa dikenakan biaya.

Diungkapkan, saat ini pihaknya bersama seluruh puskesmas, bidan dan perawat se-Konut kembali melakukan pendataan kepada masyarakat penerima kartu BPJS Kesehatan. Ini untuk memasikan bahwa tidak ada pemegang kartu ganda serta terkomodir di seluruh tempat wilayah itu.

“Kebanyakan masyarakat kita kurang memahami masalah BPJS kesehatan gratis ini sehingga biasa ditemukan pemegang kartu dobel. Akhirnya, pada saat mau berobat cek di sistem jadinya eror tidak terbaca. Ini yang kita minimalisir betul di lapangan oleh tim kerja yang telah di bentuk,” tutupnya. (B)

 


Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib