iklan zonasultra

Pemkab Muna Barat Mulai Liburkan Sekolah

Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Mubar, Jamuddin
Jamuddin

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Mulai hari ini (Rabu, 18/3/2020), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) meliburkan seluruh aktivitas belajar mengajar baik di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) selama 14 hari.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Mubar, Jamuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/3/2020). Kata dia, diliburkannya aktivitas belajar mengajar di seluruh sekolah berdasarkan surat edaran nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan virus corona (Covid-19) pada satuan pendidikan, oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI).

Iklan Zonasultra

Baca Juga : Aktivitas Belajar Diliburkan, Ruangguru Luncurkan Sekolah Online Gratis

“Jadi sesuai instruksi dari pemerintah pusat dan surat edaran Bupati Mubar, mulai hari ini kita meliburkan anak sekolah di Mubar ini mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP. Kemarin juga kita sudah melaksanakan rapat bersama seluruh kepala sekolah (kepsek),” kata dia.

Kata Jamuddin, dengan libur 14 hari ini, seluruh siswa sekolah tidak serta-merta libur dari pelajarannya. Selain belajar di rumah, pihaknya juga memberikan tugas pendidikan agama untuk menghafalkan doa-doa salat, surah-surah pendek dan lainnya.

Lebih lanjut, kata dia, usai libur 14 hari ini, tentunya siswa kelas 3 SMP akan melaksanakan ujian sekolah. Sesuai dengan jadwal yang ada, pihaknya akan tetap melaksanakan ujian sekolah tersebut.

“Proses belajar di rumah terus dilakukan dan dipantau oleh guru-gurunya. Sedangkan, untuk siswa kelas 3 SMP ini, karena mendekati ujian sekolah, kita memberikan materi untuk belajar di rumah seperti bank soal, dan materi lainnya,” tuturnya.

Baca Juga : Gubernur Sultra Liburkan Sekolah, Proses Belajar Lewat Online

Terkait pihak kepala sekolah (kepsek) dan guru-guru tetap masuk sekolah. Sebab, kata dia, sekolah tidak boleh dikosongkan, seperti aktivitas biasanya sesuai jam sekolah.

Dia menambahkan, dirinya juga menginstruksikan seluruh sekolah, baik PAUD, TK, SD dan SMP untuk menyiapkan tempat pencucian tangan, dan menyiapkan sabun. “Jadi sebelum siswa masuk ke dalam ruangan, mereka sudah steril dan mengikuti kembali proses belajar mengajar,” ungkapnya. (B)

 


Kontributor : Kasman
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib