iklan zonasultra

Pemkot Baubau Bentuk Pusat Informasi Corona

Pemkot Baubau Bentuk Pusat Informasi Corona
Rapat - Rapat bersama Pemkot Baubau, Sulawesi Tenggara dengan instansi terkait di rumah jabatan Wali Kota Baubau, Minggu (15/2/2020). Membahas solusi pencegahan penularan virus korona COVID-19. (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Pemeritah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mebentuk pusat informasi virus corona atau covid -19. Kondisi ini merupakan solusi agar dapat mengukur sejauh mana penularan wabah COVID – 19 pada warga.

Solusi ini lahir dalam rapat bersama jajaran Pemkot Baubau dengan intasi terkait yakni Syabandar Pelabuhan Murhum, Pihak Bandar Udara Betoambari, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan pihak Rumah Sakit Siloam Kota Baubau, di rumah jabatan Wali Kota Baubau, Minggu (15/3/2020).

Baca Juga : Antisipasi Covid-19, Kapal Ferry Milik ASDP Disemprot Disinfektan

iklan zonasultra

Wali Kota Baubau AS Thamrin mengatakan, sekretariat bersama pusat informasi itu akan berada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau. Warga akan diberi kontak person dokter, jika ada yang mengeluh sakit dan identik dengan gejala corona bisa segera berkonsultasi di pusat informasi tersebut.

Sekretariat bersama juga bisa menjadi tempat edukasi warga terkait penanganan wabah korona, dan Pemkot juga akan menyeragamkan khotbah masjid. Poin-poin terkait pencegahan penularan korona akan dimasukan.

Wali Kota Baubau meminta Bidang Kesra untuk berkoordinasi dengan perwakilan Kementerian Agama setempat soal ini.
Selain itu, gerakan pola hidup bersih dan sehat juga akan dikampanyekan.

Rencananya akan dilakukan di tiap sekolah dan kelurahan se-Kota Baubau. Tamrin juga memerintahkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan lurah setempat untuk melakukan hal ini.

“Hasil rapat ini sudah kami tuangkan dalam berita acara. (Senin) besok semua akan mulai bekerja,” katanya pada awak media usai rapat.

Namun demikian, Thamrin juga mengungkapkan kendala dalam penanganan virus korona yang diutarakan dalam rapat. Yakni, minimnya cairan disinfektan dan kosongnya stok masker. Disinfektan sendiri merupakan cairan medis yang diperuntukan untuk membasmi kuman dan penyakit.

Minimnya dua alat medis ini cukup menjadi soal terkait penanganan penularan virus corona di pintu masuk kota Baubau, seperti di pelabuhan dan bandara. Terkait kosongnya stok masker dan minimnya disinfektan ini juga dibenarkan oleh Wali Kota. Sebagaimana Laporan Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Wahyu usai melakukan sidak di seluruh apotek.

Baca Juga : Waspada Corona, Kapal Pesiar Tunda Datang ke Baubau

Meski demikian, As Tamrin mengingatkan, warga jangan panik menghadapi virus korona. Pasalnya, kepanikan yang berlebihan malah akan menimbulkan masalah baru.

“Jangan gusar, pemerintah benar-benar serius menangani penularan virus korona ini,” harapnya. (b)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib