Pemprov Bangun Jalan Selebar 40 Meter di Jalur Kendari-Toronipa

Pemprov Bangun Jalan Selebar 40 Meter di Jalur Kendari-Toronipa
PEMBANGUNAN JALAN - Rancangan pembangunan jalan menuju kawasan pantai Toronipa. Dimana nantinya, titik awal pembangunan jalan akan di mulai dari pertigaan Mesjid Raya Kota Lama, lalu memotong menuju kelurahan Kendari Caddi dengan membangun jembatan di atas teluk kendari. (Randi Ardiansyah/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan membangun jalan selebar 40 meter yang menghubungkan Kota Kendari dengan pantai Toronipa di kecamatan Soropia, kabupaten Konawe.

Ditemui awak media, usai menggelar rapat koordinasi dalam rangka merumuskan proyek jalan Kendari-Toronipa, Jumat (18/1/2019). Pejabat Sekda Sultra Syarifuddin Safaa menjelaskan, jalan menuju kawasan Toronipa yang rencananya akan dibangun itu mencapi 13 kilometer.

iklan zonasultra

“Jadi nanti itu jadinya dua jalur, masing-masing lebarnya 20 meter. Nah dengan panjang dan lebar segitu, tentu akan banyak menimbulkan masalah di dalamnya,” ujarnya.

Salah satu masalah yang akan ditemui dalam pelaksanaan proyek ini adalah, lokasi pengerjaan jalan itu nantinya akan melewati pemukiman padat penduduk, mulai dari kecamatan Kendari di kita Kendari hingga kecamatan Soropia, kabupaten Konawe.

“Karena itu melewati pemukinan masyarakat, perkampungan, melewati laut, melewati rumah-rumah warga. Sehingga untuk menangani permasalahan ini memerlukan rapat koordinasi yang mantap, agar proyek ini berjalan dengan baik,” ucapnya.

Saat ini, Pemprov Sultra pun telah memiliki rancangan pembangunan jalan menuju kawasan pantai Toronipa. Nantinya titik awal pembangunan jalan akan dimulai dari pertigaan Mesjid Raya Kota Lama, lalu memotong menuju kelurahan Kendari Caddi dengan membangun jembatan di atas teluk kendari.

“Nanti sampai di Kendari Caddi baru mengikuti jalan yang lama, dan diperlebar. Nanti di Purirano ke Soropia juga akan dibangun jembatan lagi, karena itukan melewati teluk jadi harus di potong jalan lebih ekonomis,” jelasnya.

Terkait dengan pembebasan lahan milik warga yang nantinya terkena dampak pembangunan jalan menuju kawasan Toronipa, Syarifuddin mengaku akan menyerahkan hal itu ke tim pembebasan tanah.

“Tapi kita harap ada kemauan keras juga dari masyarakat yang rumahnya dilalui jalan itu. Sehingga bisa dibackup pembangunan ini,” tutupnya.

Plt Kadis Bina Marga dan SDM Abdul Rahim mengatakan, mega proyek tersebut kini masih dalam tahap perencanaan dan dalam waktu akan membentuk tim percepatan.

“Program ini akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, soal study kelayakan, study AMDAL, master plan pembangunannya, desainnya seperti akan dikerjakan secepatnya,” singkatnya. (B)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Abdul Saban

1 KOMENTAR

  1. Kalau lebar jalan tsb 20 meter untuk dua jalur masih wajar.Tetapi kalau lebar jalan masing2 20 meter tidak tepat karena jalur jalan di depan istana negara saja tidak selebar itu.

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib