Honda

Pemprov Sultra Bakal Kocok Ulang Calon Sekda

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Laode Mustari
Laode Mustari

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mengocok ulang calon Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra. Bahkan proses seleksi calon Sekda Sultra itu akan dianggarkan dalam APBD 2020 sebesar Rp600 juta.

Dikonfirmasi oleh sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (1/10/2019), Pj Sekda Sultra, La Ode Mustari membenarkan hal itu. Mustari menjelaskan, seleksi calon Sekda Sultra akan kembali dibuka pada 2020 mendatang.

“Seleksinya akan dibuka mulai dari tahapan awal, mulai dari rekrutmen sampai dengan tahap akhir. Kalau Panitia Seleksi (Pansel) -nya, akan dilihat nanti apakah masih pansel yang lama atau akan diganti,” terangnya.

iklan zonasultra

Baca Juga : Ali Mazi Disebut Angkat Sekda yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi

Terkait tiga nama yang sebelumnya telah dinyatakan lolos tahapan seleksi oleh Pansel Sekda, yakni Nur Endang Abbas, Ronny L Yakob dan Syarifuddin, Mustari enggan berkomentar banyak. Menurutnya, hal itu nantinya akan diputuskan langsung oleh Gubernur Sultra.

“Yang tiga nama yang kemarin itu, tergantung kebijakan Gubernur apakah masih bisa ikut serta atau tidak. Yang jelas tetap sesuai dengan janji politik Gubernur, harus orang Muna yang jadi Sekda,” terangnya.

Soal alasan dilakukannya kocok ulang, Mustari enggan membeberkan. Namun Mustari mengungkapkan, anggaran pansel Sekda Sultra sebelumnya senilai Rp500 juta dinyatakan hangus.

“Kalau anggaran yang sebelumnya hangus, pertanggungjawaban apa?. Kan digunakan untuk kebutuhan seleksi juga itu uang,” tutupnya.

Baca Juga : Jabatan Laode Mustari Sebagai Pj Sekda Bakal Diperpanjang

Sebelumnya, Pansel Sekda Sultra telah menetapkan tiga nama yang dinyatakan lolos dalam tahapan seleksi calon Jenderal ASN di lingkup Pemprov Sultra. Ke tiga nama itu pun telah diserahkan ke Gubernur Sultra Ali Mazi untuk selanjutnya diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan diteruskan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun sayangnya, dalam perjalanannya tiga nama itu justru mengendap di meja Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, lantaran kehabisan anggaran.

Untuk diketahui, jabatan Sekda Sultra sekitar 2 tahun terakhir diisi oleh Penjabat (Pj). Dimulai dari Syarifuddin Safaa sebagai Pj Sekda selama dua periode atau 6 bulan. Lalu Isma juga selama dua periode, kemudian Nur Endang Abbas juga selama dua periode dan terakhir diisi oleh La Ode Mustari yang juga telah menjabat hampir dua periode. (a)

 


Reporter : Randi Ardiansyah
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib