iklan zonasultra

Pengelola Homestay di Wakatobi Dilatih Pelayanan Berstandar Global

Pengelola Homestay di Wakatobi Dilatih Pelayanan Berstandar Global
PELATIHAN - Dengan menggandeng Politeknik Priwisata (Poltekpar) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan sumber daya manusia (SDM) tata kelola homestay/pondok wisata yang digelar sejak 10-12 September 2019. (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI- Dengan menggandeng Politeknik Priwisata (Poltekpar) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan sumber daya manusia (SDM) tata kelola homestay/pondok wisata yang digelar sejak 10-12 September 2019.

Pelatihan itu dihelat di Pulau Kaledupa selama tiga hari, guna meningkatkan kualitas produk dan layanan homestay yang kompetitif dan berstandar global.

Dosen Hospilaty Poltekpar Makassar, Daniel Adolf Ohyver mengatakan salah satu keunikan di Pulau Kaledupa, selain laut, kehidupan masyarakatnya juga masih banyak menggunakan rumah-rumah panggung.

iklan zonasultra

“Motivasi mereka untuk hidup dalam usaha homestay ini sebagai penunjang fasilitas Wakatobi sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas sangat luar biasa sekali.

Dan itu yang saya dorong kepada mereka termasuk mempertahankan peninggalan-peninggalan kebudayaan,” katanya saat ditemui di aula Kantor Camat Kaledupa, Kamis (12/9/2019).

Manurut dia, tamu-tamu homestay biasanya harus berinteraksi dengan tuan rumah karena para tamu tidak semata hanya menginap seperti di hotel. Sebab, mereka harus memahami kehidupan rumah tangga tempat mereka menginap.

“Pengelolaan homestay itu tidak mesti seperti pengelolaan hotel. Homestay itu adalah rumah tinggal bersama keluarga. Karena tinggal bersama keluarga, maka manajemen yang paling bagus adalah manajemen keluarga. Perlakukan tamu-tamu tersebut sebagai bagian dari keluarga,” ujarnya.

Lanjut dia, pelayan seperti itu dilakukan agar ketika tamu kembali ke daerahnya, tamu-tamu tersebut menjadi promosi hidup. “Artinya mereka akan berbicara kepada semua orang di sekitarnya supaya kalau mau datang ke Wakatobi sudah ada memang homestay yang recomended. Semakin banyak orang ke Wakatobi, maka semakin banyak berkah buat masyarakat setempat. Harapan saya kedepan mereka lebih memiliki kemampuan dalam mengelola homestay,” harapnya.

Kepala bidang (Kabid) SDM dan Kelembagaan Disparerkraf Kabupaten Wakatobi, Jamuddin meyebutkan peserta pelatih tersebut adalah para pemilik homestay yang masing-masing berasal dari Binongko 10 orang, Tomia 10 orang, 20 orang dari Kaledupa, dan Wangiwangi 10 orang.

“Secara teknis mereka diajarkan cara mengelola homestay terutama mendesain tata ruangnya, menata kasur, buku tamu, dan tata cara melayani tamu. Sehingga tamu itu membawa kesan yang positif, nyaman, indah, bersih dan sebagainya. Maka diharapkan ilmu yang didapat bisa diterapkan,” tuturnya.

Sebagai informasi, total homestay di Kabupaten Wakatobi tercatat sebanyak 342, tersebar di empat pulau daerah itu. Di pulau Wangiwangi 70, Kaledupa 174, Pulau Tomia 65 dan Pulau Binongko sebanyak 33. (B)

 


Kontributor : Nova Ely Surya
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib