iklan zonasultra

Pengungsi Banjir Sungai Wanggu Mulai Terserang Penyakit

Pengungsi Banjir Sungai Wanggu Mulai Terserang Penyakit
PENGUNGSI BANJIR - Warga korban banjir akibat luapan Sungai Wanggu di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai terserang penyakit seperti kutu air, darah tinggi, diare, batuk, demam, hingga luka ringan, Minggu (9/6/2019). (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Warga korban banjir akibat luapan Sungai Wanggu di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai terserang penyakit seperti kutu air, darah tinggi, diare, batuk, demam, hingga luka ringan.

“Kalau penyakit ada. Rincian itu kutu air (Tinea Pedis), Untuk bayi itu kebanyakan kembung masuk angin, diare juga ada. Terus ada juga yang luka ringan. Orang dewasa juga ada yang terkena darah tinggi,” ungkap salah satu petugas PMI, Siti Sulaeha ditemui di posko kesehatan, Minggu (9/6/2019).

Untuk penanganan sendiri, lanjutnya, belum ada. Sebab saat ini pihak PMI baru melakukan pendataan jenis penyakit. Dari pendataan ini lalu akan dilakukan penyesuaian, apa saja yang dibutuhkan. Untuk pengungsi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan diserahkan ke Puskesmas atau rumah sakit.

iklan zonasultra

(Baca Juga : Rumah Tergenang Banjir, Warga Kali Wanggu Butuh Bantuan Tenda)

“Karena kita baru buka posko hari ini, jadi sementara baru pendataan,” kata Sulaeha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) Tagana Kota Kendari, Popi Suhendar menyebutkan berdasarkan hasil Rapid Assesment PMI Kota Kendari bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) data update 8 Juni pukul 00.00 WITA, total pengungsi 436 jiwa, yang terdiri dari 118 Kepala Keluarga (KK).

“Pendataan itu kami lakukan sejak tanggal 3 Juni kemarin. Jumlah ini sendiri masih akan terus bertambah mengingat ketinggan air yang juga terus meningkat, dan rumah yang terendam juga bertambah,” kata Popi ditemui di posko Tagana dan PMI, Minggu (9/6/2019). (a)

 


Kontributor : Sri Rahayu
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib